Rabu 04 Agustus 2021, 15:05 WIB

Perusahaan Jerman ini Siap jadi Pesaing SpaceX dalam Industri Roket

Adiyanto | Weekend
Perusahaan Jerman ini Siap jadi Pesaing  SpaceX dalam Industri Roket

Christof STACHE / AFP
Daniel Metzler, CEO Isar Aerospace, perusahaan Jerman yang bakal memproduksi roket mini

 

SEJUMLAH industri manufaktur Jerman bakal memproduksi roket mini untuk menopang penjelajahan luar angkasa. Ini merupakan partisipasi sektor swasta negara itu dalam persaingan misi antariksa, seperti yang dilakukan perusahaan besar AS, SpaceX.

Dengan proyek khusus itu, Jerman menjadi pemain serius dalam perlombaan untuk menyediakan peluncur mini guna peningkatan jumlah satelit kecil pengamat bumi. Selain itu, misi ini juga  dapat membantu pnyediaan konektivitas internet dan kendaraan pintar.

Pada akhir Juli, perusahaan Jerman Rocket Factory Augsburg (RFA) telah sukses melakukan tes  pertama roket "RFA One", di lokasi pengembangannya di Kiruna, Swedia.

Sistem "pembakaran bertahap" roket digunakan oleh SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos, tetapi belum diluncurkan di Eropa.

Menurut direktur operasional RFA Joern Spurmann,  roket itu memungkinkan 30% lebih banyak muatan untuk dibawa ke orbit bumi.

Perusahaan Jerman lainnya, HyImpulse yang berbasis di Baden-Wuerttemberg, juga telah melakukan uji mesin selama 20 detik di Kepulauan Shetland pada Mei, menggunakan bahan bakar berbasis lilin untuk memaksimalkan efisiensi.

"Teknologi kami cukup maju untuk melayani pasar peluncur mini," kata salah satu pendiri HyImpulse, Christian Schmierer, seperti dikutip AFP, Rabu (4/8).

Sementara itu, Isar Aerospace, yang dijalankan dari luar Munich oleh tiga direktur berusia tiga puluhan, belum melakukan uji mesin pertamanya. Tetapi, perusahaan itu yang paling banyak memiliki dana karena didukung oleh banyak investor, seperti Bank Swiss Lombard Odier, pemodal ventura HV Capital dan perusahaan induk Porsche SE. 

Mereka kabarnya telah mengumpulkan lebih dari 150 juta euro (US$180 juta) dalam pendanaan. Perusahaan itu berharap dapat meluncurkan roket "Spectrum" untuk pertama kalinya pada tahun depan.

Isar Aerospace memerkirakan pasar mini-launcher (roket peluncur mini) akan tumbuh menjadi lebih dari 30 miliar euro pada 2027, dengan satelit berukuran kecil dan menengah membentuk sekitar sepertiganya.

"Roket besar seperti bus jarak jauh yang menurunkan semua penumpangnya di halte yang sama. Peluncur mikro bekerja seperti taksi, menempatkan satelit tepat di tempat yang diinginkan klien," jelas Christian Schmierer dari HyImpulse. (M-4)

 

 

Baca Juga

AFP/LOIC VENANCE

Dianggap Terkait Kerja Paksa Uyghur, Rencana Perluasan Zara di Prancis Ditolak

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 10:01 WIB
Prancis memulai penyelidikan, Juni lalu, atas tuduhan bahwa empat perusahaan fesyen, termasuk Zara, meraup untung dari penggunaan tenaga...
maactioncinema.com

Raging Fire, Film Laga Klasik Terakhir Besutan Sutradara Benny Chan

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 30 November 2021, 09:00 WIB
Nama Benny Chan Muk-Sing barang kali sudah tidak asing lagi di kancah film laga Asia. Sejumlah judul film lahir dari tangan sutradara asal...
MI/Adam Dwi

Karakter dalam Kadet 1947 Bikin Omara Esteghlal Tersentuh

👤Audria Dwi Kusuma (*) 🕔Selasa 30 November 2021, 07:00 WIB
Salah satu yang membuatnya tersentuh adalah nilai rela berkoban hingga melupakan kepentingan diri sendiri untuk membela...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya