Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah perusahaan produsen alas kaki asal Finlandia, Rens, tengah mengembangkan konsep pembuatan sepatu lari dengan bahan baku sisa ampas kopi. Rencana pengembangan produk itu tengah dilakukan dengan cara penggalangan dana.
Dilansir dari thegiardian.com, Selasa, (3/8), jika nantinya berhasil, sepatu itu bisa jadi terobosan baru produk olahraga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penekanan jumlah emisi diklaim akan bisa didapatkan, mulai proses produksi, pengemasan, hingga transportasi bahan baku.
“Sepatu yang dibuat dari daur ulang ampas kopi mungkin terdengar aneh dan asing bagi banyak orang, tapi kami yakin ini bisa jadi terobosan baru dalam teknologi garmen dan manufaktur,” ujar co-founder Rens, Son Chu.
Son Chu mengatakan, nantinya sepatu yang dinamakan Nomad itu terbuat dari kombinasi daur ulang sisa ampas kopi dan botol plastik. Selain itu juga akan disertakan bahan tambahan berupa hasil daur ulang polyester sebagai lapisan yang akan membuat sepatu jadi tahan air.
Sebenarnya Nomad bukan sepatu pertama yang dibuat oleh Rens dari bahan baku daur ulang kopi dan plastik. Sebelumnya di tahun 2019 Rens juga telah membuat sepasang sepatu yang terbuat dari 21 cangkir ampas kopi dan enam botol plastik.
Nomad merupakan kalnjutan dari proyek sebelumnya yang akan lebih disempurnakan. Baik dari sisi teknologi, kenyamanan, hingga model.
Tren membuat kebutuhan olahraga dari bahan baku daur ulang memang tengah banyak dilakukan oleh banyak perusahaan produsen produk olahraga. Salah satunya merek pakaian olahraga ternama asal Prancis, Salomon.
Salomon memproduksi sepatu olahraga dengan bagian alas yang terbuat dari polyester daur ulang. Sepatu tersebut nantinya juga bisa kembali didaur ulang menjadi produk serupa.
Pada 2015, Adidas bekerja sama dengan Parley for the Oceans juga merilis sepatu yang terbuat dari sampah plastik yang dipungut dari lautan. (M-4)
Koleksi limited edition Year of the Horse dari New Era menonjolkan kualitas craftsmanship yang detail dengan nuansa selebrasi yang lebih halus (subtle).
Melalui koleksi eksklusif bertajuk Moroccan Daydream, Tasya membawa standar estetika tingginya ke dalam busana siap pakai untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya.
Arumi memilih atasan berbentuk seperti mantel panjang berwarna merah marun, pilihan warna yang memberikan kesan megah dan berwibawa.
Zaskia dan Shireen Sungkar mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna warisan yang tidak hanya berwujud karya fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diteruskan lintas generasi.
Naomi Osaka mencuri perhatian di Australia Terbuka 2026 dengan jaket ubur-ubur karya Robert Wun. Simak inspirasi di balik gaya ikoniknya di sini.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
Pelari dari berbagai daerah di Indonesia kembali meramaikan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) RUN 2025, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng)
Mendoan Lover GBK menawarkan menu utama tempe mendoan serta pecel.
Lebih dari 6.000 peserta tercatat mengikuti virtual race di kategori 21K Race yang telah dimulai sejak 23 Juli hingga 24 Agustus 2025.
Salah satu event trail paling ikonik di Indonesia, BDG100 Ultra baru saja rampung digelar di bentang alam pegunungan Bandung Barat, Utara hingga Timur.
Dengan suhu udara sekira 10 derajat celcius ketika malam hari, dan belasan derajat celcius pada siang hari. Dieng Trail Run menjadi pembeda dengan agenda serupa di tempat lain di Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved