Minggu 06 Juni 2021, 09:00 WIB

Studi Terbaru Temukan 37% Kematian Disebabkan Cuaca Ekstrem

Galih Agus Saputra/Bagus Pradana | Weekend
Studi Terbaru Temukan 37% Kematian Disebabkan Cuaca Ekstrem

unsplash.com/Mike Erskine
ilustrasi: Kekeringan akibat cuaca ekstrem

 

Studi terbaru menemukan terhitung lebih banyak kasus kematian akibat cuaca ekstrem yang diperparah oleh pemanasan global seperti badai, banjir, dan kekeringan.

Menurut studi terbaru dalam menghitung biaya yang dikeluarkan akibat perubahan iklim, lebih dari sepertiga kematian akibat kondisi panas dunia setiap tahun disebabkan langsung oleh pemanasan global.

Tetapi para ilmuwan mengatakan itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan korban akibat iklim, bahkan lebih banyak orang meninggal karena cuaca ekstrem lainnya yang diperkuat oleh pemanasan global seperti badai, banjir, dan kekeringan, serta jumlah kematian akibat panas akan tumbuh secara eksponensial dengan meningkatnya suhu.

Dilansir dari huffpost.com, awal Juni lalu, sekitar lusinan peneliti yang mengamati kematian akibat panas di 732 kota di seluruh dunia dari 1991 hingga 2018 menghitung bahwa 37% disebabkan oleh suhu yang lebih tinggi dari pemanasan yang disebabkan manusia, menurut studi yang dimuat di jurnal Nature Climate Change.

Penulis utama studi mengungkapkan bahwa itu berjumlah sekitar 9.700 orang per tahun hanya dari kota-kota tersebut, tetapi jauh lebih banyak di seluruh dunia.

"Ini kematian terkait panas yang sebenarnya bisa dicegah. Itu adalah sesuatu yang kita sebabkan secara langsung," kata Ana Vicedo-Cabrera, ahli epidemiologi di Institut Pengobatan Sosial dan Pencegahan di Universitas Bern di Swiss.

Persentase kematian akibat panas tertinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim terjadi di kota-kota di Amerika Selatan. Vicedo-Cabrera menunjuk ke Eropa selatan dan Asia selatan sebagai titik panas lainnya untuk kematian akibat panas terkait perubahan iklim.

Para peneliti menemukan Sao Paulo, Brasil, memiliki kematian akibat panas terkait iklim paling banyak, rata-rata 239 kasus per tahun.

Berdasarkan temuan studi tersebut, sekitar 35% kematian akibat panas di Amerika Serikat dapat disebabkan oleh perubahan iklim. Itu total lebih dari 1.100 kematian per tahun di sekitar 200 kota di AS, di atas 141 di New York. Honolulu memiliki porsi kematian akibat panas tertinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim, 82%.

Para ilmuwan menggunakan data kematian selama beberapa dekade di 732 kota untuk memplot kurva yang merinci bagaimana tingkat kematian setiap kota berubah dengan suhu dan bagaimana kurva panas yang menyebabkan kematian bervariasi dari kota ke kota.

Vicedo-Cabrera mengatakan bahwa beberapa kota beradaptasi dengan panas lebih baik daripada yang lain karena AC, faktor budaya dan kondisi lingkungan.

Kemudian peneliti mengambil suhu yang diamati dan membandingkannya dengan 10 model komputer yang mensimulasikan dunia tanpa perubahan iklim. Perbedaannya adalah pemanasan yang disebabkan oleh manusia.

Dengan menerapkan teknik yang diterima secara ilmiah pada kurva kematian akibat panas, individual untuk 732 kota, para ilmuwan menghitung kematian akibat panas ekstra dari perubahan iklim.

"Orang-orang terus meminta bukti bahwa perubahan iklim sudah mempengaruhi kesehatan kita. Studi atribusi ini secara langsung menjawab pertanyaan itu menggunakan metode epidemiologi mutakhir dan jumlah data yang dikumpulkan penulis untuk analisis sangat mengesankan," ujar Dr. Jonathan Patz, direktur Institut Kesehatan Global di University of Wisconsin .

Patz, yang bukan bagian dari penelitian ini, mengatakan bahwa itu adalah salah satu yang pertama merinci kematian akibat panas terkait perubahan iklim sekarang, bukan di masa depan. (M-4)

 

 

Baca Juga

tangkapan layar google meet

Gandeng Google, PointStar Tawarkan Solusi untuk Bantu Perusahaan “Go Digital”

👤Adiyanto 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:12 WIB
Tren industri di masa depan diprediksi terus meningkat dan kondisi new normal masih mempengaruhi cara kerja baru untuk para personel di...
MI/GANA BUANA

INOAC Luncurkan Matras Kesehatan Bernuansa Sakura Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 10:09 WIB
Hinode SORA memliki tiga aspek keunggulan yakni profile technology, 7 zone technology dan firm type foam for body...
Faduma

Desainer Inggris Rilis Busana Trendi untuk Pengguna Kursi Roda

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 27 November 2021, 08:17 WIB
Busana yang dikembangkan dibuat agar pengguna kursi roda tetap bisa tampil modis dengan busana trendi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya