Senin 03 Mei 2021, 15:00 WIB

Waw, Kotoran Pertama Bayi Dapat Memprediksi Potensi Alergi

Nike Amelia Sari | Weekend
Waw, Kotoran Pertama Bayi Dapat Memprediksi Potensi Alergi

Unsplash/ Ignacio Campo
Studi tim di Kanada menunjukkan jika kotoran pertama bayi bisa menunjukkan risiko alergi yang akan diderita di kemudian hari.

KOTORAN pertama bayi, yang dikenal sebagai mekonium, bukanlah sesuatu yang kebanyakan orang ingin lihat dan amati. Namun, studi menemukan jika kotoran pertama dari bayi dapat mendeteksi alergi pada anak. 

Dilansir dari scienealert.com, Minggu (2/5), studi menemukan jika tinja pertama bayi tidak memiliki campuran molekul yang kaya dan seimbang, hal itu dapat menghambat kolonisasi bakteri baik di usus. Dengan begitu, ada risiko munculnya alergi, seperti asma atau eksim, di kemudian hari pada bayi.

Para peneliti menganalisis 100 sampel mekonium yang diambil sebagai bagian dari CHILD Cohort Study, sebuah proyek penelitian longitudinal yang jauh lebih besar dan berkelanjutan tentang kesehatan anak. Kemudian, mereka membandingkan sampel yang mewakili itu dengan tes alergi yang dilakukan pada bayi saat usia satu tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang telah mengembangkan kepekaan alergi pada saat itu memiliki metabolisme yang kurang beragam pada kotoran pertama mereka.

"Kami menemukan bahwa keragaman yang berkurang terutama terdeteksi dalam jumlah asam amino, vitamin, dan senyawa tanaman yang berbeda," kata Charisse Petersen, yang mempelajari mikrobioma awal di The University of British Columbia di Kanada.

Kelompok molekul ini diketahui memberi makan mikrobioma yang sedang tumbuh, yang mulai terbentuk ketika seorang anak baru lahir dan mikroba mulai menjajah usus bayi. Kehadiran molekul baru ini, juga memungkinkan sistem kekebalan mempelajari apa yang sebenarnya menimbulkan bahaya.

"Mikroba baru ditoleransi dan dibiarkan menjajah usus, mereka pada gilirannya, mengajari sel kekebalan kita untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap sinyal jinak," kata Petersen. Sayangnya, ukuran sampel yang kecil menyebabkan perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memverifikasi hasil di antara kelompok yang lebih beragam. 

Berdasarkan hal tersebut, Petersen dan tim memutuskan untuk mengumpulkan sejumlah besar data dari calon orang tua, untuk melihat apakah orang tua dapat mengetahui kemungkinan yang mempengaruhi keragaman metabolit pada kotoran pertama anak mereka.

"Saya ingin melihat lebih banyak studi mekanistik yang mencoba memahami dengan tepat metabolit mana yang paling membantu untuk mendukung mikrobiota bayi dan sistem kekebalan," jelas Petersen. Penelitian lebih lanjut telah dimulai untuk meneliti bagaimana pola makan selama kehamilan dapat berperan.

Berdasarkan beberapa temuan, Petersen memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesehatan usus anak dengan menghindari resep antibiotik yang tidak perlu, mengizinkan anak-anak bermain di luar ruangan, mengurangi penggunaan disinfektan, dan mempromosikan kelahiran vagina dan menyusui jika memungkinkan. (M-1)

Baca Juga

Instagram Jennifer Gates

Di Masa Sulit, Putri Bill dan Melinda Gates Minta ini di Instagram

👤Nike Amelia Sari 🕔Kamis 06 Mei 2021, 04:22 WIB
Jenn Gates ialah anak sulung pasangan Bill dan Melinda...
Olivier Douliery/ AFP

Akun Media Sosial Terus Diblokir, Donald Trump Luncurkan Kanal

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 05 Mei 2021, 18:25 WIB
Tulisan-tulisan di kanal tersebut dikatakan langsung dari 'meja' sang mantan...
Unsplash/ Puria Berenji

Teknologi Baru Spotify Diprotes Musisi

👤Fathurrozak 🕔Rabu 05 Mei 2021, 17:00 WIB
Teknologi yang berfungsi mendeteksi emosi dikhawatirkan berdampak manipulatif dan melanggar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya