Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan memperkirakan berapa banyak Tyrannosaurus rex (T. rex), yang disebut raja dinosaurus, yang pernah menghuni Bumi.
Jumlahnya mengejutkan. Ada 2,5 miliar Tyrannosaurus rex hidup dan mati selama sekitar 2,4 juta tahun spesies itu bertahan di planet ini, menurut sebuah studi baru yang akan diterbitkan dalam jurnal Science pada Jumat ini.
Studi ini dapat membantu mengontekstualisasikan catatan fosil dan kelangkaan penemuan fosil organisme prasejarah tertentu, menurut ketua peneliti Charles Marshall, direktur Museum Paleontologi Universitas California.
"Bagi saya, sungguh menakjubkan kita bisa mendapatkan angka," kata Marshall kepada Axios." Beberapa orang bertanya kepada saya, 'Bagaimana angka Anda dibandingkan dengan angka lain dari total yang pernah hidup?' Jawabannya adalah tidak bisa, karena (pembandingnya) tidak ada."
Tim peneliti tidak dapat menggunakan catatan fosil yang masih terbatas untuk memperkirakan populasi spesies. Jadi, mereka lantas menggunakan Hukum Damuth, yang menjelaskan hubungan antara kepadatan populasi dan massa tubuh.
Hubungan yang digunakan dalam ekologi populasi umumnya menyatakan bahwa spesies dengan ukuran tubuh lebih besar cenderung memiliki kepadatan populasi yang lebih rendah.
Para peneliti kemudian menghitung massa tubuh rata-rata dari T. rex, yaitu rata-rata 5.200 kilogram (kira-kira 11.460 pon). Dengan menggunakan massa tubuh, tim menghitung bahwa spesies tersebut memiliki kepadatan populasi sekitar satu individu per 40 mil persegi atau 103 km2 .
Jika diilustrasikan, ada sekitar 6 T.rex untuk area seluas DKI Jakarta.
Dengan informasi ini dan perkiraan wilayah geografis yang ditempati spesies tersebut, para peneliti dapat memperkirakan bahwa sekitar 20.000 T. rex hidup pada satu waktu tertentu.
Untuk menemukan jumlah total T. rex yang hidup di Bumi, tim mengalikan populasi spesies pada era serupa dengan jumlah generasi yang direntangkannya (sekitar 127.000). Jumlah itu mereka tentukan dengan membagi berapa lama keberadaan spesies itu di Bumi dengan usia hidup T.rex - - sekitar 19 tahun.
Lebih lanjut, Marshall mengakui ketepatan analisis itu masih "rendah" dan ini terutama disebabkan oleh ketidakpastian tentang akurasi hubungan antara massa tubuh hewan hidup dan kepadatan populasinya, bukan data paleontologis yang digunakan tim. (Axios.com/M-2)
Ilmuwan menemukan fosil lengkap kedua Alnashetri di Argentina. Dinosaurus kecil seukuran ayam ini mematahkan teori miniaturisasi dalam evolusi alvarezsauroid.
Spesimen dari La Buitrera menunjukkan bahwa anggota awal kelompok ini belum memiliki adaptasi ekstrem seperti kerabatnya yang lebih muda.
Penelitian terbaru mengungkap hidung Triceratops memiliki fungsi kompleks, termasuk membantu mengatur suhu dan kelembapan tubuh, bukan hanya sebagai indra penciuman.
Fosil menunjukkan garis keturunannya melewati batas K–Pg tanpa punah total. Adaptasi hidup di air dan pola makan fleksibel kemungkinan menjadi faktor kunci.
Dinosaurus jenis Chilesaurus diegosuarezi mematahkan stigma tradisional bahwa dinosaurus yang tampak seperti predator pastilah pemakan daging.
Meski hampir sebesar Tyrannosaurus rex dan termasuk dalam kelompok teropoda kelompok yang sama dengan predator ganas seperti Deinocheirus bukanlah pemburu berdarah dingin.
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: beberapa spesies buaya purba berevolusi menjadi herbivora, memakan tumbuhan, berbeda dari buaya modern yang karnivora.
ilmuwan menemukan fosil hewan darat pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 307 juta tahun lalu di Kanada.
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved