Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kepulangan Java Man: Kembalinya Mahakarya Prasejarah ke Tanah Air

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 04:27
Kepulangan Java Man: Kembalinya Mahakarya Prasejarah ke Tanah Air
Fosil Java Man dipamerkan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta pada Rabu (17/12/2025).(Antara/Sinta Ambar)

SETELAH sekian lama berada di Belanda, fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man akhirnya pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi. Koleksi berharga ini kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam konferensi pers, Rabu (17/12), mengonfirmasi bahwa Direktur Naturalis Biodiversity Center Belanda, Marc Beukenboom, secara langsung membawa artefak tersebut ke Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya repatriasi benda-benda bersejarah milik bangsa.

Jejak Evolusi dalam Genggaman

Fosil yang dipulangkan ini merupakan bagian dari koleksi paleoantropolog dan geolog ternama, Eugene Dubois. 

Penemuan Dubois di Trinil pada akhir abad ke-19 tersebut terdiri atas komponen-komponen vital yang mengubah cara dunia memandang evolusi manusia, yakni tulang paha, gigi geraham, serta tengkorak.

"Hari ini, kita menandai sebuah momen bersejarah, kepulangan Manusia Jawa ke Nusantara. Kembalinya mahakarya dari 28.131 fosil dari koleksi Dubois akar budayanya ke tanah dimana kisah ini bermula," ujar Menteri Kebudayaan dengan penuh rasa bangga.

Kepulangan Java Man hanyalah permulaan. Koleksi Dubois secara keseluruhan mencakup puluhan ribu spesimen yang memiliki nilai saintifik luar biasa. Pemerintah berencana untuk memajang fosil ini secara permanen di Museum Nasional, tepatnya di Ruang Kertajasa, Gedung A, dalam pameran tetap Sejarah Awal.

Terkait distribusi koleksi lainnya, Fadli Zon membuka kemungkinan untuk menempatkan sebagian artefak di situs asalnya. 

"Koleksi yang lain nanti akan kita lihat, ada sebagian di sini, mungkin ada sebagian, kita akan berpikir kita letakkan di Sangiran," tambahnya.

Diplomasi Kebudayaan dan Sains

Sementara itu, Marcel Beukenboom menegaskan bahwa koleksi Dubois bukan sekadar benda mati, melainkan kunci penting dalam memahami silsilah manusia. Ia berharap repatriasi ini menjadi jembatan bagi kerja sama penelitian yang lebih erat antara Indonesia dan Belanda.

"Barang-barang ini memberi pengetahuan baru tentang asal kita dan sejarah kita, dan memainkan peran besar pada bagaimana kita memikirkan evolusi manusia," papar Beukenboom.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan. 

"Saya percaya ini adalah langkah pertama menuju masa depan di mana kami akan terus berkolaborasi dalam penelitian dan memperkuat hubungan kultur dan sains. Anda bisa bergantung pada kami," pungkasnya.

Hadirnya Java Man di Museum Nasional diharapkan tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda Indonesia untuk mengenal lebih dalam mengenai sejarah panjang kehidupan di Nusantara. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik