Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Buku Sejarah Indonesia, Mulai dari Java Man hingga Reformasi 

mediaindonesia.com
15/12/2025 21:30
Buku Sejarah Indonesia, Mulai dari Java Man hingga Reformasi 
(DOK KEMENBUD)

KEMENTERIAN Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, Minggu, 14 Desember 2025 di Jakarta. Buku ini disusun dalam 10 jilid utama serta satu jilid faktaneka dan indeks yang melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menjelaskan, bahwa 10 jilid buku ini tidak dimaksudkan untuk menuliskan sejarah Indonesia secara menyeluruh dan detail, melainkan menghadirkan sorotan utama perjalanan bangsa dalam bingkai dinamika global.

“Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap, mungkin harusnya seratus jilid. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan bangsa, dari masa prasejarah sampai era Reformasi,” ujar Fadli Zon dalam peluncuran buku tersebut.

AWAL PERADABAN
Buku ini dibuka dengan Jilid 1 tentang Akar Peradaban Nusantara, yang membahas fondasi awal peradaban di wilayah Nusantara, mulai dari dinamika prasejarah hingga terbentuknya masyarakat awal. Jilid ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu wilayah dengan peradaban tertua di dunia, termasuk melalui pembahasan kembalinya fosil Java Man (Homo erectus) ke Indonesia sebagai bagian dari kedaulatan budaya dan peradaban.

Jilid 2 dan Jilid 3 tentang Nusantara dalam Jaringan Global mengulas perjumpaan intensif Nusantara dengan dunia luar, terutama India, Tiongkok, dan Persia. Interaksi ini membentuk jaringan perdagangan maritim, pertukaran budaya, serta fondasi pluralitas yang menjadi ciri khas Indonesia.

Periode kedatangan bangsa Barat dibahas dalam Jilid 4 yang membahas tentang Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi, yang merekam dinamika pertemuan, persaingan, dan kerja sama antara kekuatan Eropa dan entitas politik lokal. 

Selanjutnya, Jilid 5 tentang Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial, yang menggambarkan perubahan struktur sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi dalam proses kolonialisasi.

Kesadaran kebangsaan dan perjuangan menuju kemerdekaan menjadi fokus Jilid 6 yakni tentang Pergerakan Kebangsaan, sementara Jilid 7 mencatatkan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945–1950), yang mengkaji dinamika pascaproklamasi hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masa awal kemerdekaan dibahas dalam Jilid 8 tentang Konsolidasi Negara Bangsa: Konflik, Integrasi, dan Kepemimpinan Internasional (1950–1965), yang menyoroti upaya konsolidasi negara, konflik internal, serta peran Indonesia di panggung global. 

Periode Orde Baru diulas dalam Jilid 9 yang menuliskan Pembangunan dan Stabilitas Nasional Era Orde Baru (1967–1998), sementara dinamika Reformasi hingga era kontemporer disajikan dalam Jilid 10 tentang Reformasi dan Konsolidasi Demokrasi (1998–2024).

Seluruh jilid buku ini disunting oleh para sejarawan senior dari berbagai perguruan tinggi, mulai dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, hingga Universitas Islam Internasional Indonesia dan Masyarakat Sejarawan Indonesia. Keberagaman latar belakang editor dan penulis mencerminkan upaya menghadirkan perspektif yang inklusif dan kaya secara akademik.

CAPAIAN PENTING
Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amelia Fauzia menilai, kehadiran buku ini sebagai capaian penting dalam penulisan sejarah nasional. “Ini luar biasa dan bersifat historis. Kita sudah lama membutuhkan buku yang lebih komprehensif dengan data-data baru. Buku ini merupakan refleksi yang baik dan diharapkan bisa menjadi pedoman, terutama bagi mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Amelia, tantangan ke depan adalah memastikan buku ini dapat diakses dan dimanfaatkan oleh generasi muda yang cara belajarnya semakin melampaui ruang kelas konvensional. “Generasi Z banyak belajar sejarah dari luar teks, terutama melalui media digital. Ini tantangan besar sekaligus peluang bagi sejarah publik,” tambahnya.

Menbud Fadli Zon menambahkan bahwa penerbitan buku ini merupakan bagian dari rangkaian menuju 80 tahun Indonesia merdeka. Ke depan, Kemenbud berencana melanjutkan penulisan buku-buku sejarah tematik lainnya, termasuk sejarah kerajaan-kerajaan besar dan berbagai fase penting perjuangan bangsa Indonesia.

Fadli juga menegaskan bahwa buku Sejarah Indonesia ini bukan kepentingan politik, melainkan untuk kepentingan bangsa  ke depannya. “Dan ini untuk merawat kolektif, saya kira pro dan kontra itu biasa dalam demokrasi kita,” pungkasnya. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya