Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penelitian Baru Ungkap: Buaya Purba Pernah Jadi Pemakan Tumbuhan

Abi Rama
17/2/2026 23:41
Penelitian Baru Ungkap: Buaya Purba Pernah Jadi Pemakan Tumbuhan
Buaya(Freepik)

BUAYA selama ini dikenal sebagai predator ganas dengan deretan gigi tajam yang siap merobek daging. Gambaran tersebut sering muncul dalam buku cerita anak hingga film dokumenter. Namun, penelitian terbaru yang dilansir dari laman National Geographic mengungkap fakta mengejutkan: sebagian kerabat buaya purba ternyata pernah menjadi pemakan tumbuhan.

Temuan ini didasarkan pada analisis 146 gigi fosil milik 16 spesies kerabat buaya yang telah punah. Hasilnya menunjukkan bahwa setidaknya tiga kali dalam sejarah evolusinya, kelompok buaya purba secara terpisah beralih menjadi herbivora atau pemakan tumbuhan.

Gigi Menjadi Petunjuk

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal _Current Biology_ ini dipimpin oleh paleontolog Keegan Melstrom dari University of Utah, Amerika Serikat. Tim peneliti menggunakan metode khusus untuk menganalisis kompleksitas permukaan gigi fosil.

Secara sederhana, para ilmuwan menghitung jumlah permukaan berbeda pada setiap gigi. Semakin banyak permukaan dengan kemiringan berbeda, semakin besar kemungkinan gigi tersebut digunakan untuk menggiling tumbuhan.

Dalam dunia hewan modern, karnivora cenderung memiliki gigi sederhana—tajam, lurus, dan sedikit permukaan. Contohnya adalah Komodo dragon, predator yang memiliki gigi mirip pisau steak untuk menyayat daging mangsa.

Sebaliknya, hewan pemakan tumbuhan memiliki gigi penuh lekukan dan celah untuk memperluas permukaan kunyah. Struktur ini membantu menghancurkan daun, batang, dan ranting yang keras sebelum dicerna.

Menariknya, beberapa buaya purba memiliki gigi dengan hingga 20 permukaan berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa mereka kemungkinan melakukan proses mengunyah intensif, berbeda dari buaya modern yang umumnya langsung menelan mangsa.

Buaya Bermoncong Persegi

Salah satu contoh paling unik adalah Simosuchus, crocodyliform kecil dengan moncong hampir berbentuk persegi panjang. Bentuknya bahkan digambarkan seperti buaya yang kepalanya dipukul sekop.

Gigi Simosuchus memiliki kemiripan dengan marine iguana dari Galápagos, reptil yang merumput alga di bebatuan pesisir. Meski Simosuchus bukan hewan akuatik, diduga ia hidup di sekitar perairan dan mungkin memiliki kebiasaan makan tumbuhan serupa.

Berkali-kali Berevolusi Jadi Herbivora

Penelitian ini juga menegaskan bahwa pola makan nabati tidak muncul hanya sekali. Setidaknya ada tiga kelompok berbeda yang secara mandiri mengembangkan adaptasi sebagai pemakan tumbuhan. Artinya, menjadi herbivora merupakan strategi evolusi yang cukup berhasil pada masanya.

Namun, keberhasilan itu tidak bertahan selamanya. Sekitar 66 juta tahun lalu, peristiwa kepunahan massal yang memusnahkan dinosaurus juga mengakhiri riwayat buaya-buaya vegetarian tersebut. Dari sekian banyak variasi yang pernah ada, hanya sebagian kecil garis keturunan yang bertahan hingga kini.

Buaya Modern Lebih Fleksibel dari yang Dikira

Saat ini, sekitar dua lusin spesies buaya hidup di danau, sungai, hingga pesisir. Mereka dikenal sebagai karnivora yang memangsa ikan dan hewan lain. Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies modern sesekali juga memakan buah.

Fakta ini memperlihatkan bahwa buaya bukan sekadar “fosil hidup” yang tidak berubah sejak zaman dinosaurus. Seperti diungkap para peneliti, kelompok ini memiliki sejarah evolusi yang jauh lebih beragam daripada yang selama ini dipahami.

Keragaman bentuk gigi dan pola makan di masa lalu menjadi bukti bahwa buaya pernah menempati berbagai relung ekologis. Dari predator puncak hingga pemakan tumbuhan, perjalanan evolusi mereka menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. (National Geographic/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik