Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Di sebuah area persawahan di Korea Selatan, Kang Chang-hyeon bersiap mempertahankan gelarnya di kejuaraan dunia balap drone dunia. Saat sinyal tanda dimulainya lomba, Kang dan ketiga rekan satu timnya mengirim pesawat mereka melesat cepat ke udara dan meluncur di sekitar rintangan yang didirikan di tanah kosong di Hwaseong, selatan Seoul.
Dalam perlombaan itu, satu-satunya gerakan manusia adalah gerakan jari pada handset, yang digunakan pilot untuk mengendalikan pesawat, sambil mengenakan kacamata realitas virtual agar pandangan mata mereka ke drone dapat melihat rute tersebut.
Tiga lap dan sekitar satu menit kemudian, balapan selesai dan analisis teknis dimulai di tenda khusus, dengan pilot, pelatih, teknisi, dan orang tua mempelajari data penerbangan. Dalam lomba ini, kecepatan drone bisa mencapai hingga 170 kilometer (105 mil) per jam. Penentuan pemenang bahkan bisa berselisih seperseribu detik.
Seperti ajang Formula Satu, menerbangkan drone bergantung pada teknik presisi dan keterampilan pengemudi (pilot). Tetapi, di usianya yang kini menginjak 18 tahun, Chang-hyeon khawatir ketrampilannya menurun. Menurut dia, gerakan refleks, ketajaman visual, dan jam terbang adalah kunci sukses memenangkan lomba ini.
Tetapi pandemi virus korona membuatnya kehilangan kesempatan untuk mempertahankan gelarnya, karena Federasi Aeronautique Internationale yang berbasis di Swiss, badan pengatur olahraga udara dunia, terpaksa membatalkan kejuaraan dunia 2020.
Menurut Chang-hyeon, fisiknya mulai menurun. Beberapa penerbang drone muda mulai bermunculan, beberapa di antara mereka bahkan masih duduk di bangku sekolah dasar. "Kualitas yang terbaik itu di tahun-tahun awal hingga pertengahan masa remajamu," ujar pria yang berencana pensiun sebelum berusia 20 tahun ini.
"Ketika saya pertama kali bertemu Kang Chang-hyeon, saya kagum padanya dan rasanya seperti mimpi," kata Jeong Ryeo-won, salah seorang peserta perempuan. "Dia adalah panutan saya, jadi saya berharap bisa bersaing dengannya di kejuaraan dunia, dan mengalahkannya."
Sepersekian detik
Hanya tiga tahun setelah pertama kali menerbangkan drone mainan, Chang-hyeon pada usia 16, meraih gelar juara dunia pada kejuaraan 2019 di Tiongkok. Sejak itu ia tak tertandingi.
"Mempertahankan ketenangan adalah kunci untuk menang karena keputusan sepersekian detik dapat menentukan hasil balapan," katanya.
Sekolah menengahnya di pedesaan daerah Hongseong telah berusaha memanfaatkan kesuksesannya dengan mempromosikan sebagai sekolah drone spesialis, dengan Chang sebagai duta besarnya. Mereka menawarkan pelajaran dalam uji coba drone untuk menarik lebih banyak siswa.
Misi militer
Seperti kebanyakan pemuda korea lainnya, wajib militer membebani jalannya. Mereka wajib menghabiskan sekitar 18 bulan bergabung dengan tentara sebelumberusia 30 tahun. Pengecualian hanya untuk peraih medali Olimpiade dan juara Asian Games, bersama dengan pemenang beberapa kompetisi musik klasik internasional.
“Tapi, keterampilan Chang-hyeon bisa menjadi nilai lebih bagi angkatan bersenjata,” kata pelatihnya Kim Jae-hong, yang memimpin tim nasional pada kejuaraan dunia 2019.
Militer Korea Selatan yang berkekuatan 555.000 orang kalah jumlah dari pasukan Korut yang sebanyak 1,28 juta. Tetapi Korsel memiliki keunggulan teknologi, termasuk sekitar 800 armada drone.
"Misi pemantauan unit drone pada dasarnya didasarkan pada pengendalian pesawat mini itu melalui kamera live feed, yang sama untuk balapan drone," kata pelatih tersebut.
"Vhang-hyeon dan penerbang drone lain dapat berkontribusi besar pada misi militer sambil mempertahankan keterampilan pengendalian drone mereka." (AFP/M-4)
KRISIS energi akibat eskalasi perang di Timur Tengah memukul negara-negara besar di Asia. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan kampanye hemat energi nasional akibat perang Iran
Korea Selatan raih status prioritas utama pasokan minyak UEA di tengah krisis energi 2026. 24 juta barel dikirim via rute alternatif.
Pemerintah Korea Selatan menyelidiki 1.868 penjualan tiket ilegal konser reuni BTS. Polisi dilibatkan untuk memberantas calo dan melindungi penggemar.
LUMINA resmi debut dengan single 안녕, Bintang (Hello, Bintang). Grup hybrid Indonesia-Korea ini usung konsep Magical High-teen dan inklusivitas.
Riset Travel Pulse Klook mengungkap Jepang, Korea, dan Tiongkok jadi primadona musim semi 2026.
Intip keseruan ILLIT dan CORTIS saat menyambut kepulangan atlet Korea Selatan dari Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 di Blue House, Seoul.
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, fungsi wewangian mulai bergeser dari sekadar pelengkap penampilan menjadi bagian dari ekspresi personal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved