Selasa 12 Januari 2021, 15:30 WIB

Instagram Siapkan Rencana Agar Musikus Bisa Monetisasi

Fathurrozak | Weekend
Instagram Siapkan Rencana Agar Musikus Bisa Monetisasi

Eric BARADAT / AFP
Instagram

Head of Music Partnership Instagram Perry Bashkoff mengutarakan platformnya saat ini tengah menggodok beberapa rencana agar para musikus bisa memonetisasi unggahan mereka. Termasuk di antaranya mekanisme pemberian tip langsung oleh penggemar ke musikus serta layanan penjualan merchandise. Kabarnya, platform yang berinduk pada Facebook ini juga tengah mempersiapkan perangkat agar musikus lebih bisa menjangkau audiens baru dan meningkatkan status mereka di layanan streaming musik.

“Apa yang menjadi tujuan musikus, dan perangkat apa yang kami miliki saat ini atau pada masa mendatang, termasuk mendorong streaming, dan bagaimana praktik terbaik terkait hal itu? Itu adalah percakapan yang kami lakukan sepanjang waktu dengan para musikus. Ada banyak pertanyaan yang sama dari sudut pandang yang berbeda: Bagaimana cara mendapatkan pengikut, mengapa saya kehilangan pengikut, bagaimana cara mendorong streaming, bagaimana cara menghentikannya?” Kata Perry, dikutip dari Forbes, Selasa, (12/1).

Pertanyaan-pertanyaan itu pun semakin sering muncul tahun ini karena pembatasan mobilitas yang membuat para musikus manggung secara virtual, baik dalam panggung besar dan kecil. Seperti banyak platform sosial media lainnya, selama 2020 Instagram juga tumbuh signifikan. Lebih dari 1 miliar orang di dunia menggunakan platform tersebut setiap bulannya.

Instagram memang cukup terlambat dalam beberapa upaya mengakomodasi musikus. Platform ini masih tertinggal dengan Twitch, misalnya. Platform live streaming milik Amazon ini sudah turut memfasilitasi pembayaran langsung dari para penggemar ke musikus. Mengikuti metode yang diterapkan Bandcamp, yang sejauh ini sudah berhasil ikut menyumbang transaksi sebesar US$653 juta (setara Rp9 triliun lebih) dari para penggemar langsung ke musikus.

Namun, Bashkoff mengatakan Instagram sudah bekerja untuk memastikan tawaran platformnya tersebut dimainkan dengan cara  otentik. Menjadi surga bagi musisikus untuk terhubung lewat unggahan dan stories. Bahkan, platformnya itu, menurut Bashkoff, sudah memberi layanan yang disebutnya sebagai konferensi pers secara langsung.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda sudah berapa kali kami berdiskusi dengan para artist tentang pentingnya memposting momen langsung. Dan kami menyaksikannya terjadi di depan mata. Beberapa di antara mereka mengadakan sesi one on one, sehingga mereka memiliki semua info untuk mulai terhubung. Memiliki fondasi perangkat yang kokoh adalah hal pertama,” katanya.

“Tim produksi benar-benar berpikir, apa yang perlu kami lakukan untuk mendukung musikus, komunitas, dan penggemar,” lanjut Bashkoff.

Berikut adalah beberapa perangkat yang sudah dimiliki dan sedang dalam pengembangan Instagram:

Penggemar Bisa Bayar Langsung

Badges, cara bagi penggemar untuk memberikan tip kepada musikus selama pertunjukan live. Fitur ini diluncurkan sebelum akhir 2020. Penonton dapat membeli badge selama live video, dan dapat membuka fitur tambahan, termasuk penempatan di daftar pemegang badge dari pembuat live, sehingga musikus bisa menyapa ke penggemar mereka selama live streaming.

Meskipun Bashkoff mengatakan sejauh ini hanya sebagian kecil musisikus yang menggunakan opsi ini, ia berharap tahun ini Badges bisa menjadi model bisnis monetisasi yang bisa berjalan.

Toko Merchandise Virtual

Sebenarnya, ini bukan saja dikhususkan bagi musikus. Instagram kini merambah sebagai platform yang menyediakan fitur para penggunanya bisa berjualan produk. Untuk musikus, fokusnya sekarang adalah memberikan kemudahan yang sama kepada penggemar yang ingin membeli musik dan merchandise.

“Kami mengubah seluruh antarmuka agar memiliki tab belanja di bagian bawah, di samping tab Reels. Itu  (tab belanja dan Reels)akan menjadi dua fokus terbesar kami pada tahun 2021,” kata Bashkoff.

Kebangkitan Reels

Fitur Reels milik Instagram mirip seperti Tiktok. Ini dibuat untuk menyediakan seperangkat fitur bagi orang-orang untuk membuat tren, menemukan lagu baru, berkolaborasi satu sama lain.

“Kita pasti melihat lebih banyak musikus yang memberi bocoran musik baru mereka melalui Reels, sehingga penggemar dapat mendengar cuplikan dari 24 atau 48 jam sebelumnya melalui Stories atau Reels, “ kata Baskhoff.

Fitur ini didesain untuk memberikan kemampuan bagi siapa pun yang mengunggah Reels ditemukan oleh orang yang tidak mengikutinya (cara kerja algoritma yang mengikuti Tiktok). (M-4)

Baca Juga

VALERIE MACON / AFP

Seorang Gadis di Italia Tewas Diduga Karena Bermain TikTok

👤Adiyanto 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:17 WIB
Pihak TikTok berjanji akan membantu pihak berwenang dalam penyelidikan atas kemungkinan "ajakan/hasutan untuk bunuh diri....
JUSTIN TALLIS / AFP

Terdampak Pandemi, Sejumlah Museum di Inggris Terancam Bangkrut

👤Adiyanto 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:39 WIB
Pada Juli, pemerintah meluncurkan dana pemulihan budaya sebesar 1,57 miliar poundsterling (US$2,15 miliar atau 1,76 miliar...
Unsplash.com/Mahdi Dastmard

Ini Sebabnya Orang Sering Mengenang Masa Lalu

👤Deden Muhammad Rojani 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:31 WIB
Travers menyebut pola pikir yang ‘cacat’ ini sebagai rosy retrospection, yaitu fenomena psikologis seseorang yang terkadang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya