Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI digital di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada 2025, jumlah pengguna internet diperkirakan mencapai hampir 80% dari total populasi, menempatkan sektor e-commerce sebagai pilar strategis ekonomi nasional. Namun, di balik angka pertumbuhan transaksi yang konsisten, terdapat lubang besar dalam sistem perlindungan konsumen.
Guru Besar Perilaku dan Perlindungan Konsumen IPB University, Prof. Megawati Simanjuntak, menyoroti adanya ketimpangan antara pesatnya bisnis digital dengan keamanan penggunanya.
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
"Kondisi ini mengindikasikan bahwa pesatnya pertumbuhan e-commerce belum diimbangi perlindungan konsumen yang memadai, diperparah oleh tumpang tindih tanggung jawab antara platform, penjual, logistik, dan penyedia pembayaran," ujar Prof. Mega.

Menurut Prof. Mega, jika pengaduan konsumen tidak diselesaikan secara adil dan transparan, hal ini akan menggerus kepercayaan publik terhadap ekosistem digital dalam jangka panjang.
Konsumen yang merasa kecewa cenderung menjadi lebih ragu untuk bertransaksi atau bahkan kembali ke pola transaksi tradisional yang dianggap lebih aman.
"Dalam jangka panjang, ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi digital karena fondasi utamanya dalam hal ini kepercayaan konsumen akan menjadi rapuh. Ekonomi digital tidak hanya membutuhkan inovasi dan transaksi besar, tetapi juga rasa aman dan keadilan bagi konsumen," tuturnya.
Masalah yang dihadapi konsumen saat ini tidak hanya sebatas penipuan daring, pelanggaran data pribadi, atau misinformasi, tetapi juga praktik manipulatif seperti dark pattern. Ironisnya, banyak korban yang justru enggan melapor.
Prof. Mega mengungkapkan beberapa alasan di balik fenomena ini, mulai dari prosedur yang dianggap rumit, rasa kasihan pada penjual, hingga nilai kerugian yang dianggap terlalu kecil untuk diperjuangkan.
"Keluhan bahwa biaya, waktu, dan energi untuk melapor lebih besar daripada nilai kerugian adalah sinyal penting bahwa sistem perlindungan kita belum sepenuhnya ramah konsumen. Jika korban kerugian kecil merasa tidak ada gunanya melapor, pelaku pelanggaran justru bisa terus berulang karena minim efek jera," tegas Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB tersebut.
Sebagai solusi, Prof. Mega menyarankan agar sistem penyelesaian sengketa dibuat lebih sederhana, cepat, dan berbiaya rendah, terutama untuk kasus-kasus bernilai kecil.
Efektivitas perlindungan konsumen tidak hanya bergantung pada regulasi yang kuat, tetapi juga pada kemudahan akses keadilan bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya strategi kolaboratif: pemerintah memperkuat implementasi strategi nasional, akademisi mengembangkan riset berbasis bukti, pelaku usaha menerapkan prinsip consumer-by-design, dan masyarakat aktif dalam edukasi publik.
"Konsumen yang terlindungi dan berdaya merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi digital yang tidak hanya besar secara ekonomi, tetapi juga adil, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak," pungkasnya. (Z-1)
Meningkatnya kompleksitas teknis konsol gim menjadikan proses perbaikan perangkat hiburan digital sebagai aktivitas berisiko tinggi apabila tidak ditangani secara tepat.
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian serba cepat dan berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru.
Kemendag terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok Minyakita jelang Nataru
PEMILIHAN rumah sakit rujukan dengan standar dan komitmen layanan terbaik yang sama dengan perusahaan asuransi menjadi salah satu penentu kualitas layanan kepada peserta.
Label pengiriman yang menempel di paket berisi informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang tanpa dihapus, data ini berisiko disalahgunakan.
Lebih dari 58% pengguna TikTok menggunakan platform tersebut untuk mencari ide produk, dan 71% di antaranya membeli produk yang muncul melalui feed mereka.
Modus penipuan yang membuat konsumen membayar paket yang tidak pernah mereka pesan ini semakin sering terjadi dan telah memakan banyak korban.
Selama 2024, teknologi anti-phishing Kaspersky mendeteksi lebih dari 8 juta upaya phishing yang menargetkan pengguna Indonesia.
Blibli terus menyajikan inovasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam berbelanja secara daring.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved