Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SENIOR Marketing di Kantar Indonesia Worldpanel Division Corina Fajriyani mengungkapkan kebiasaan belanja konsumen Indonesia mengalami perubahan yang signifikan.
"Kebiasaan belanja konsumen Indonesia sebenarnya tidak terlalu banyak berubah. Dari segi pemilihan channel dan kategori, masih sama seperti sebelumnya. Namun, sekarang, channel online juga sudah cukup berkembang. Konsumen sekarang menggunakan omni-channel, yaitu mereka berbelanja baik offline maupun online, tergantung kategori dan kebutuhan," ujarnya.
1. Belanja online menjadi bagian dari rutinitas
Baca juga : Shopee Live Masih Jadi Pilihan Utama Fitur Berjualan Bagi Brand Lokal dan UMKM
Belanja online, yang dulunya merupakan kebiasaan baru, kini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari rutinitas belanja konsumen.
Menurut laporan Digital 2024 Global Overview, yang dirilis We Are Social dan Meltwater pada Januari 2024, 59% pengguna internet di Indonesia kini aktif berbelanja online, menempatkan Indonesia di urutan kesembilan tertinggi di dunia.
Dari jumlah tersebut, 56,2% melakukannya melalui telepon seluler (ponsel), sementara 43,8% menggunakan perangkat lain.
Baca juga : Ritel Offline dan Online Akomodasi Preferensi Belanja Konsumen Indonesia yang Beragam
Dalam hal metode pembayaran, dompet digital (e-wallet) dan mobile banking menjadi pilihan utama dengan 39% responden, diikuti transfer bank (27%), kartu debit dan kredit (17$), serta cash on delivery (COD) (11%).
E-commerce kini tidak hanya berfungsi sebagai alternatif, tetapi telah menjadi alat utama dalam mencari dan membandingkan harga, ongkos kirim, dan merek dari berbagai platform.
Brand besar dan kecil berlomba-lomba menawarkan kanal baru untuk belanja secara online dengan memanfaatkan iklan digital untuk menarik konsumen.
Baca juga : Ini Tips Belanja Daring Nyaman dan Aman Selama Idul Fitri
2. Belanja offline sebagai rekreasi
Meskipun belanja online semakin populer, toko fisik masih memiliki daya tarik sebagai tempat rekreasi. Konsumen sering kali mengunjungi pusat perbelanjaan untuk sekadar cuci mata dan bersosialisasi dengan teman dan keluarga. Namun, keputusan akhir untuk membeli barang sering kali dipengaruhi oleh riset yang dilakukan secara online terlebih dahulu.
3. Konsumen menjadi lebih pintar
Baca juga : Cara Membuat Iklan Ramadan yang Efektif
Konsumen Indonesia kini lebih cerdas dalam berbelanja. Mereka telah beradaptasi dengan teknologi dan mencari nilai lebih dari setiap pembelian.
Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas dan kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai platform, baik online maupun offline.
4. Peningkatan nilai merek
Konsumen Indonesia semakin menghargai merek dan kualitas barang. Mereka cenderung membayar lebih untuk produk dengan merek yang jelas, baik itu merek internasional maupun lokal.
Faktor emosional dan kepuasan juga memengaruhi keputusan pembelian mereka, di mana mereka lebih memilih produk yang memberikan kebanggaan dan nilai lebih.
5. Belanja sebagai quality time
Setelah pandemi, konsumen Indonesia lebih mengutamakan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman. Mereka mengalokasikan dana untuk berbelanja dan merencanakan perjalanan, baik dalam kota maupun luar negeri, sambil menikmati momen bersama orang-orang terkasih.
Perubahan perilaku ini menunjukkan bagaimana konsumen Indonesia beradaptasi dengan berbagai tren baru dalam dunia belanja, memadukan antara kenyamanan teknologi dan kebutuhan emosional dalam aktivitas belanja mereka. (Z-1)
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian serba cepat dan berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru.
Kemendag terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok Minyakita jelang Nataru
PEMILIHAN rumah sakit rujukan dengan standar dan komitmen layanan terbaik yang sama dengan perusahaan asuransi menjadi salah satu penentu kualitas layanan kepada peserta.
KESADARAN masyarakat Indonesia sebagai pasar Muslim terbesar di dunia terhadap pentingnya memilih produk kesehatan yang bersertifikasi halal terus menguat.
Prinsip shared responsibility mengingatkan bahwa prinsip keberlanjutan hanya bisa tercapai jika semua pihak berperan aktif.
Label pengiriman yang menempel di paket berisi informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang tanpa dihapus, data ini berisiko disalahgunakan.
Lebih dari 58% pengguna TikTok menggunakan platform tersebut untuk mencari ide produk, dan 71% di antaranya membeli produk yang muncul melalui feed mereka.
Modus penipuan yang membuat konsumen membayar paket yang tidak pernah mereka pesan ini semakin sering terjadi dan telah memakan banyak korban.
Selama 2024, teknologi anti-phishing Kaspersky mendeteksi lebih dari 8 juta upaya phishing yang menargetkan pengguna Indonesia.
Blibli terus menyajikan inovasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam berbelanja secara daring.
Gen Z menghabiskan rata-rata Rp414.309 untuk berbelanja di e-commerce per bulan. Nominal ini mengalami kenaikan sebanyak 14% dari tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved