Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang melanda dunia dan belum jelas akhirnya, telah membuat sebagian orang cemas, bahkan ada yang sampai mengakhiri hidup. Sejauh ini, setidaknya sudah tiga orang yang nekat bunuh diri terkait pandemi ini.
Kasus pertama adalah Daniela Trezzi, 34, seorang perawat di Italia karena dirinya terinfeksi virus covid-19 dan takut menularkan. Kasus kedua adalah Menteri Keuangan Negara Bagian Jerman Hesse, Thomas Schaefer, 54, yang ditemukan di dekat rel kereta api. Dia diduga terlalu khawatir tentang cara menangani dampak ekonomi akibat covid-19.
Kasus ketiga adalah remaja Inggris, Emily Owen, 19, yang bekerja sebagai pelayan,. Dia meninggal karena percobaan bunuh diri, akibat merasa ketakutan karena tertekan akibat isolasi selama pembatasan proses penyebaran infeksi covid-19.
Beberapa hari sebelumnya Owen sudah memperingatkan keluarga bahwa dia tidak tahan dengan dunia yang sempit, rencana-rencana gagal, dan terjebak di dalam rumah.
Psikiater Nova Riyanti Yusuf menjelaskan dalam konteks Menteri Keuangan Scaefer, sebuah penelitian di Universitas Oxford menyatakan 10 ribu kematian berhubungan dengan resesi ekonomi yang terjadi 2007-2009 di AS, Kanada, dan Eropa.
Literatur ilmiah mengatakan ada hubungan antara pengangguran dan angka bunuh diri yang lebih tinggi.
Studi di University of Technology, Taiwan, menemukan bahwa resesi meningkatkan angka bunuh diri pada kelompok umur lebih tua.
Resesi ekonomi yang memicu melonjaknya angka pengangguran, cenderung lebih meningkatkan angka bunuh diri di antara kelompok usia 55-64 tahun dibandingkan kelompok usia lainnya.
"Belajar dari kasus SARS di Hongkong (2002-2003), keterbatasan interaksi sosial, stres, dan kecemasan menyebabkan angka bunuh diri yang tinggi berdasarkan studi tahun 2010," ujar wanita yang akrab dengan sapaan Noriyu ini, melalui keterangan tertulis yang diterima,Senin (30/3).
Warning / peringatan dari terjadinya kasus-kasus bunuh diri akibat covid-19 adalah Werther Effect atau Copycat Syndrome atau imitasi.
Puncak dari imitasi, menurut International Association of Suicide Prevention (2012), adalah terjadi pada 3 hari pertama dan kemudian menurun setelah 2 minggu walau ada kalanya bertahan lebih lama.
"Hal ini mengingat, covid-19 masih belum bisa dibasmi dan proses physical distancing akan berlangsung entah sampai kapan. Sehingga dampak ekonomi akibat berhentinya roda kehidupan manusia tak terhindarkan," kata Noriyu.
Kondisi berkepanjangan yang tak menentu dalam kungkungan, dengan asupan data perkembangan korban covid-19, lama-lama bisa membuat seorang manusia yang tegar sekalipun jatuh mental dalam 2dua kondisi, yaitu
1. Behavioral disengagement (kurang berusaha dalam menghadapi stresor, bahkan menyerah atau menghentikan usaha untuk mencapai tujuan . Bisa dikatakan wujud ketidakberdayaan).
2. Mental disengagement (hanya melamun/berkhayal/tidur/terpaku menonton TV untul melarikan diri dari masalah).
Virus korona covid-19 menyerang tanpa pandang bulu. Siapa pun, di negara mana pun bisa terinfeksi. Artinya, masalah ini bukan menimpa kita sendiri. "Kita semua tetap berupaya keras bertahan. Covid-19 ini semacam proses seleksi alam. Menguji yang paling mempunyai daya tahan tubuh tinggi, berasupan gizi baik, tidak punya penyakit peserta, dan tentu saja harus rajin olah raga, “ ujarnya. (M-4)
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved