Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ancaman Badai "Kategori 6", Pemanasan Laut Dalam Picu Siklon Ekstrem

Thalatie K Yani
26/12/2025 12:05
Ancaman Badai
Riset terbaru mengungkap ekspansi titik panas laut dalam memicu munculnya badai monster di atas Kategori 5. Ilmuwan usulkan klasifikasi baru "Kategori 6".(NASA)

FENOMENA "titik panas" (hot spot) di samudera dalam kini menjadi ancaman baru bagi populasi pesisir dunia. Riset terbaru mengungkapkan panas yang tersimpan jauh di bawah permukaan laut memicu munculnya badai dan topan yang jauh lebih kuat dan berbahaya, melampaui batas klasifikasi tertinggi yang ada saat ini.

Dalam pertemuan tahunan American Geophysical Union (AGU) 2025 di New Orleans, para peneliti menyoroti perluasan wilayah air hangat ini, terutama di Pasifik Barat dekat Filipina dan Atlantik Utara di sekitar Karibia. Hal ini menyebabkan siklon tropis yang kekuatannya melebihi Kategori 5 muncul lebih sering, dengan lebih dari separuh kejadiannya tercatat hanya dalam satu dekade terakhir.

"Wilayah titik panas ini telah meluas," ujar I-I Lin, profesor di Departemen Ilmu Atmosfer National Taiwan University.

Usulan Klasifikasi Kategori 6

Berdasarkan skala Saffir-Simpson yang digunakan saat ini, badai apa pun dengan kecepatan angin di atas 137 knot dikelompokkan dalam Kategori 5. Namun, Lin berpendapat pengelompokan ini tidak lagi memadai untuk menggambarkan kekuatan badai monster yang kian ekstrem.

Ia mengusulkan klasifikasi "Kategori 6" untuk siklon tropis dengan kecepatan angin melebihi 160 knot. Sebagai perbandingan, Kategori 4 mencakup angin antara 114-137 knot. Penambahan kategori baru ini dinilai lebih konsisten dengan rentang klasifikasi yang ada dan penting untuk meningkatkan kesadaran publik serta perencanaan bencana.

Beberapa badai dahsyat yang memenuhi kriteria Kategori 6 ini antara lain Topan Haiyan yang meluluhlantakkan Filipina pada 2013, Topan Hagibis di Tokyo (2019), dan Badai Wilma (2005). Bahkan, Badai Patricia yang tercatat memiliki kecepatan angin 185 knot bisa dikategorikan sebagai "Kategori 7" jika skala tersebut ada.

Peran Pemanasan Global dan Panas Laut Dalam

Kunci dari kekuatan badai ekstrem ini bukan hanya air permukaan yang hangat, tetapi lapisan panas yang menembus jauh ke bawah permukaan laut. Pada kondisi normal, badai besar akan mengaduk air dan mengangkat air dingin dari kedalaman yang dapat memperlemah badai tersebut. Namun, di wilayah hot spot, air hangat tersedia sangat dalam sehingga suhu laut tidak mudah mendingin, yang justru terus menyuplai energi bagi badai.

Riset ini menunjukkan bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia bertanggung jawab atas sekitar 60-70% perluasan titik panas ini. Meskipun kondisi atmosfer yang tepat juga diperlukan, keberadaan titik panas laut dalam adalah syarat mutlak bagi terbentuknya badai raksasa.

"Kami benar-benar berpikir ada kebutuhan untuk memberikan informasi yang lebih penting kepada masyarakat," tegas Lin. Pengakuan resmi terhadap Kategori 6 diharapkan dapat membantu pemerintah dan komunitas di seluruh dunia untuk lebih siap menghadapi dampak destruktif dari sistem cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi ini. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik