Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspada, Penipuan Global Incar Penggemar Avatar 3 Lewat Situs Streaming Palsu

Basuki Eka Purnama
19/12/2025 20:35
Waspada, Penipuan Global Incar Penggemar Avatar 3 Lewat Situs Streaming Palsu
Cuplikan adegan dari film Avatar 3(imdb)

PENAYANGAN perdana film Avatar 3 pada 19 Desember 2025 memicu gelombang antusiasme besar dari penonton di seluruh dunia. 

Namun, di balik keriuhan tersebut, pakar keamanan siber dari Kaspersky melaporkan adanya lonjakan kampanye penipuan global yang memanfaatkan momentum peluncuran film garapan James Cameron ini.

Para penjahat siber diketahui mulai menyebarkan berbagai situs web berbahaya yang menawarkan akses menonton secara online atau mengunduh film tersebut secara cuma-cuma. 

Berdasarkan temuan para ahli, kampanye ini menargetkan audiens global dengan menggunakan strategi lokalisasi yang masif.

Modus Operandi: Pendaftaran dan Pencurian Data

Skema penipuan ini bekerja secara sistematis. Awalnya, pelaku membuat situs web yang dirancang menyerupai platform streaming resmi. 

Situs-situs ini diterbitkan dalam berbagai bahasa untuk menjangkau pengguna di banyak wilayah. 

Meski demikian, para ahli mencatat bahwa situs palsu tersebut sering kali menggunakan terjemahan yang buruk, penuh kesalahan tata bahasa, serta inkonsistensi yang menjadi indikator kuat adanya aktivitas ilegal.

Ketika pengguna mencoba memutar video, mereka akan dihadapkan pada pemutar media palsu. 

Pengguna kemudian diminta untuk mendaftar demi mendapatkan akses penuh atau tidak terbatas. Dalam proses pendaftaran ini, korban diwajibkan memberikan informasi pribadi sensitif seperti alamat email dan nomor telepon seluler.

Bahaya tidak berhenti di sana. Pada tahap selanjutnya, penipu kerap meminta detail pembayaran dengan dalih mengaktifkan uji coba gratis. 

Praktik ini berisiko tinggi menyebabkan pelanggaran kredensial, terutama bagi pengguna yang terbiasa menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan, serta berpotensi menimbulkan kerugian finansial secara langsung.

Peringatan Ahli dan Langkah Pencegahan

Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, menekankan bahwa pola ini selalu berulang setiap kali ada peluncuran karya besar di dunia hiburan.

“Para penjahat siber secara konsisten memanfaatkan pemutaran perdana film-film besar untuk menarik perhatian pengguna dan meningkatkan efektivitas skema mereka. Kami menyarankan untuk mengakses film hanya melalui platform resmi dan berhati-hati saat menemukan situs web yang meminta informasi pribadi atau pembayaran. Penting juga untuk menggunakan solusi keamanan andal untuk melindungi semua perangkat, termasuk ponsel,” komentar Olga Altukhova.

Untuk menghindari ancaman ini, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah proteksi berikut:

  • Verifikasi Keaslian Situs: Selalu periksa format URL dan ejaan nama perusahaan sebelum memasukkan data apa pun. Gunakan hanya halaman resmi untuk menonton film.
  • Pilih Platform Terpercaya: Pastikan untuk hanya menggunakan layanan streaming resmi guna melindungi data pribadi dari risiko penyalahgunaan.
  • Gunakan Solusi Keamanan: Pasang perangkat lunak keamanan yang mampu mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir tautan phishing. 
  • Proteksi Akun: Aktifkan autentikasi multi-faktor (2FA) pada akun penting seperti Apple ID dan aplikasi keuangan, serta pantau laporan aktivitas akun secara berkala. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya