Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Modus Penipuan 'Orang Tua Meninggal' Rugikan Korban hingga Puluhan Juta

Kisar Rajagukguk
20/2/2026 19:09
Modus Penipuan 'Orang Tua Meninggal' Rugikan Korban hingga Puluhan Juta
Ilustrasi: Fake base transceiver station (BTS) disita Bareskrim Polri di Jakarta, Senin (24/3/2025).(Antara)

KASUS penipuan dengan modus kabar orang tua meninggal dilaporkan mulai marak terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, pada awal 2026. Pelaku memanfaatkan empati korban dengan menciptakan situasi darurat beruntun, mulai dari biaya perjalanan, perawatan medis, hingga pemulangan jenazah.

Informasi mengenai pola penipuan tersebut diungkap sejumlah korban pada Jumat (20/2/2026) siang.

Salah seorang korban berinisial ART mengaku tertipu setelah berkenalan dengan seseorang yang mengaku berinisial IH melalui jejaring media sosial Messenger.

Pelaku awalnya mengabarkan bahwa ayahnya meninggal di kampung halaman dan membutuhkan ongkos pulang. "Merasa kasihan, saya memberi uang untuk ongkos pulang Rp3 juta. Peristiwa terjadi pada pekan lalu," katanya.

Permintaan Dana Bertahap dan Meningkat

Setelah transfer pertama, orang yang mengaku IH kembali menghubungi korban dan mengeklaim hendak membawa ibunya ke Bandung. Setibanya di kota tersebut, pelaku meminta dana Rp5 juta dengan alasan ibunya sakit dan harus menjalani perawatan rumah sakit.

Tak lama kemudian, pelaku kembali meminta tambahan Rp7 juta dengan dalih ibunya harus dipindahkan ke rumah sakit lain karena pelayanan kurang memadai.

Beberapa hari berikutnya, pelaku memberi kabar bahwa ibunya meninggal dan perlu dipulangkan ke kampung halaman. Untuk meyakinkan korban, pelaku meminta nomor WhatsApp ART agar kakaknya yang berinisial YU dapat menghubungi langsung.

YU kemudian meminta dana tambahan untuk biaya pemulangan jenazah.

"'Bisa transfer uang? Awal Maret saya bayar dan lunasi.' Merasa prihatin saya mentransfer Rp7 juta. Dianggap kurang YU minta tambah Rp15 juta. Total uang yang saya transfer besarnya Rp34 juta," kata ART.

Kasus terbongkar setelah ART menceritakan kejadian tersebut kepada kekasihnya. Dari penelusuran akun media sosial pelaku, diketahui kabar kematian itu tidak benar. Ibu IH ternyata berada di rumah dalam kondisi sehat.

ART kemudian menyampaikan pernyataan keluarga asli IH, “Ibu kami ada. Itu orang yang sebut ibu kami meninggal yang mengaku kakak IH tak kami kenal.”

Rencana Laporan dan Bukti

ART menyatakan akan melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu di Polres Metro Depok. Ia menegaskan masih menyimpan seluruh bukti percakapan dan resi transfer.

"Ini kasus perlu dilaporkan biar diusut pihak berwajib. Masih simpan resi bukti transfer dan chat-annya," ucapnya.

Korban lain berinisial UU juga mengalami percobaan penipuan yang memanfaatkan momen Idul Fitri. Pelaku mengirim tautan palsu berkedok pengiriman parsel atau ucapan Lebaran dengan tujuan memperoleh akses ke perangkat korban.

"Momen Idul Fitri kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan online misalnya pengiriman salam Lebaran lewat media sosial. Pelaku berharap korban lengah dan menginstal aplikasi sehingga pelaku memiliki akses ke smartphone korban," kata UU.

Modus lain yang dilaporkan ialah pengiriman tautan mengatasnamakan layanan ekspedisi untuk pelacakan paket. "Padahal link tersebut dikirim penipu," paparnya. (KG/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya