Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan mengonfirmasi bahwa Teori Relativitas Einstein tetap berlaku di luar Bumi. Sebuah fakta mengejutkan terungkap: astronaut yang tinggal di Mars akan menua sedikit lebih cepat dibandingkan yang tinggal di Bumi. Fenomena ini terkait dengan perbedaan gravitasi dan kecepatan rotasi planet.
Hukum fisika Relativitas Khusus dan Umum mengatur laju waktu. Jam di Mars akan berjalan sedikit lebih cepat daripada di Bumi. Perbedaan ini disebabkan oleh dua faktor utama di tata surya.
Pertama, Mars memiliki massa yang jauh lebih kecil dibandingkan Bumi. Kedua, Mars juga bergerak sedikit lebih cepat dalam orbitnya mengelilingi Matahari.
Menurut Relativitas Umum, gravitasi memengaruhi laju waktu. Semakin kuat gravitasi, semakin lambat waktu berjalan. Karena gravitasi Mars jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, jam di Mars akan berdetak sedikit lebih cepat.
Perbedaan ini memang sangat kecil, hanya sepersekian detik, namun secara prinsip, waktu fisik di Mars berdetak lebih cepat daripada di Bumi.
Faktor penuaan juga diperumit oleh durasi hari (sol). Satu hari di Mars adalah 24 jam 37 menit, sedikit lebih panjang dari Bumi. Jika astronaut menggunakan waktu Bumi untuk menghitung usia, mereka akan merasa menua lebih cepat secara subjektif.
Mereka harus melalui lebih sedikit hari Mars untuk mencapai usia kalender Bumi yang sama. Perbedaan waktu ini sangat penting bagi misi ruang angkasa. Para ilmuwan harus menyinkronkan jam di Bumi dengan jam di Mars.
Standar waktu di Mars (disebut Martian Time) harus ditetapkan secara presisi. Kesalahan sinkronisasi dapat berdampak besar pada komunikasi dan navigasi antarplanet. (Z-4)
Sumber: popsci.com, dailymail.co.uk, discovermagazine.com
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Ilmuwan berhasil memetakan sistem drainase kuno berskala benua di Mars untuk pertama kalinya.
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Tinta ini menggabungkan galium, logam yang padat pada suhu ruangan tetapi meleleh tepat di bawah suhu tubuh 98,6 derajat Fahrenheit atau setara dengan 37 derajat Celsius
Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun, kira-kira secepat kuku manusia tumbuh.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved