Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan menemukan bahwa bagian dalam Mars, ternyata mirip dengan Bumi. Berdasarkan data dari misi InSight NASA, diketahui bahwa di bawah permukaan Mars ada inti padat di bagian terdalam, yang dikelilingi oleh lapisan inti cair.
Temuan ini berhasil menjawab misteri yang sudah lama membuat para peneliti penasaran. Sebuah studi yang dipublikasikan di Nature, menunjukkan bahwa temuan ini penting untuk memahami bagaimana Mars berevolusi, dari masa ke masa.
Diperkirakan miliaran tahun lalu, Mars memiliki atmosfer tebal yang mampu menopang aliran air di permukaannya. Atmosfer tersebut kemungkinan dilindungi oleh medan magnet yang mirip dengan Bumi.
Namun, perlindungan medan magnet itu kini sudah hilang. Banyak ilmuwan menduga, hilangnya medan magnet membuat atmosfer Mars perlahan hilang ke luar angkasa. Akibatnya, Mars berubah menjadi planet dingin dan gersang seperti yang kita kenal sekarang.
Di Bumi, inti terdiri dari bagian tengah yang padat, dikelilingi oleh lapisan luar yang cair. Gerakan di dalam lapisan cair ini menciptakan efek dinamo, yang menghasilkan medan magnet.
Medan magnet tersebut berperan sebagai pelindung, menahan partikel bermuatan dari Matahari agar tidak mengikis atmosfer. Sehingga Bumi bisa tetap layak dihuni dalam jangka waktu yang lama.
Jejak magnet di kerak Mars menunjukkan bahwa planet ini dulu memiliki medan magnet, tetapi hilang ketika inti Mars mendingin dan berhenti bergerak.
Bentang alamnya juga memberi bukti jelas bahwa air cair pernah mengalir, namun kini dengan atmosfer yang tipis, Mars sudah kehilangan sebagian besar air yang dulu menopang kondisi tersebut.
Tim ilmuwan yang menggunakan seismometer pada wahana pendarat InSight milik NASA, berhasil mengidentifikasi inti Mars dan menemukan bahwa bagian inti tersebut, masih dalam keadaan cair.
Kini, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Huixing Bi dari Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok di Hefei, bersama rekan-rekannya mengungkapkan bahwa di dalam inti cair itu kemungkinan juga terdapat lapisan padat.
Para peneliti pertama kali berhasil mendeteksi inti Mars, serta memperkirakan ukuran dan kepadatannya. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa inti Mars berupa lapisan cair, yang lebih besar namun kurang padat dari perkiraan sebelumnya, tanpa inti padat di dalamnya.
Ukurannya, sekitar setengah radius Mars (±1.800 km) dan kandungan unsur ringan seperti karbon, sulfur, serta hidrogen. Inti ini cenderung tetap cair, karena unsur-unsur tersebut menurunkan titik leburnya dan memengaruhi proses kristalisasi.
Struktur inti Mars ternyata mirip dengan Bumi, sehingga kemungkinan pernah mampu membangkitkan dinamo. Di Bumi, perbedaan panas antara inti padat, inti cair, dan mantel memicu konveksi di inti cair yang menghasilkan medan magnet.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa, Mars juga pernah memiliki dinamo dan medan magnet di masa lalu. Memahami struktur internal planet-planet di Tata Surya sangat penting untuk mengetahui bagaimana mereka terbentuk, berkembang, dan berevolusi.
Sebelum adanya misi InSight, model yang menggambarkan Mars memiliki kemiripan dengan Bumi, memang pernah diteliti, tetapi tidak banyak diterima. Kini, dengan bukti terbaru tentang adanya lapisan padat di inti Mars, pandangan itu semakin kuat, sekaligus membuka wawasan baru tentang sejarah evolusi planet merah ini.
Sumber: SciTechDaily
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Astronom berhasil menangkap citra "astrosfer" pertama di bintang HD 61005. Penemuan ini mengungkap rahasia masa lalu Tata Surya kita saat masih muda.
Update terbaru Jupiter Maret 2026: NASA ungkap Jupiter lebih kecil dan gepeng dari perkiraan. Cek juga jadwal parade planet dan pendekatan komet antarbintang.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan.
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
NASA telah merilis laporan temuan dari Tim Investigasi mengenai Uji Penerbangan Berawak Boeing CST-100 Starliner.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved