Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MINAT ilmuwan dan publik dunia tengah tertuju pada komet antarbintang 3I/ATLAS yang menunjukkan perilaku tidak biasa saat melintas di sekitar Tata Surya. Tekanan kini meningkat terhadap NASA agar segera merilis citra beresolusi tinggi dari komet tersebut yang diambil saat mendekati Mars pada 2 Oktober 2025.
Anggota Kongres Amerika Serikat, Anna Paulina Luna, secara resmi meminta NASA untuk membuka akses terhadap gambar-gambar itu. Permintaan ini mencerminkan rasa penasaran besar terhadap objek langka tersebut, yang merupakan salah satu dari hanya tiga komet antarbintang yang pernah melintasi lingkungan kosmik manusia.
3I/ATLAS pertama kali terdeteksi pada Juli 2025. Komet ini menarik perhatian karena menampilkan percepatan non-gravitasi yang tidak biasa di dekat perihelion, titik terdekatnya dengan Matahari. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa komet seolah bermanuver menjauh dari Matahari, disertai peningkatan kecerahan yang signifikan.
Biasanya, perubahan kecerahan dan pergeseran orbit komet terjadi akibat proses pelepasan gas dan debu saat es di permukaannya menyublim ketika mendekati Matahari. Namun, perilaku 3I/ATLAS tampak berbeda dari pola umum tersebut. Hal ini memicu berbagai spekulasi dan perdebatan di kalangan ilmuwan mengenai mekanisme sebenarnya di balik pergerakannya.
Data dari teleskop Hubble dan James Webb milik NASA menunjukkan bahwa 3I/ATLAS memiliki kandungan karbon dioksida dan lapisan permukaan yang telah terpapar radiasi selama bertahun-tahun. Meski begitu, citra beresolusi tinggi yang diambil oleh kamera di orbit dan permukaan Mars selama perlintasan komet tersebut hingga kini belum dirilis ke publik.
Beberapa ahli memperkirakan keterlambatan ini berkaitan dengan proses kalibrasi atau peninjauan internal NASA sebelum publikasi. Namun, penundaan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi dan verifikasi ilmiah atas fenomena langka ini.
Apabila dirilis, citra tersebut diyakini dapat mengungkap detail baru tentang struktur fisik dan perilaku komet antarbintang, yang berpotensi memperluas pemahaman manusia mengenai objek-objek yang datang dari luar Tata Surya. Sementara itu, komunitas ilmiah dan publik global masih menunggu langkah resmi NASA untuk membuka tabir visual dari perjalanan cepat 3I/ATLAS yang terus melintasi ruang antariksa. (India Today/Z-10)
Kamera JANUS milik wahana antariksa JUICE berhasil mengabadikan komet antarbintang 3I/ATLAS. Ini adalah objek luar tata surya ketiga yang pernah terdeteksi.
Ilmuwan mengusulkan misi luar angkasa untuk mengejar komet antarbintang 3I/ATLAS dengan memanfaatkan manuver Oberth dekat Matahari.
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Pada 3I/ATLAS, anti-tail tampak lebih tegas dan menonjol dibandingkan komet lain. Hal ini memicu kajian lanjutan untuk memastikan apakah bentuk tersebut murni efek optik
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Komet antarbintang 3I/ATLAS melintas paling dekat dengan Bumi malam ini, 19 Desember 2025. Simak cara mengamatinya dengan teleskop kecil.
Pada 3I/ATLAS, anti-tail tampak lebih tegas dan menonjol dibandingkan komet lain. Hal ini memicu kajian lanjutan untuk memastikan apakah bentuk tersebut murni efek optik
Komet antarbintang 3I/ATLAS akan melintas paling dekat dengan Bumi pada 19 Desember. Meski aman, momen ini penting bagi ilmuwan untuk mempelajari materi pembentuk planet dari luar tata surya.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved