Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH astronom berhasil menemukan 3I/ATLAS, komet antarbintang ketiga yang terdeteksi memasuki tata surya kita. Pengumuman mengenai penemuan ini dibuat pada 3 Juli oleh tim internasional, termasuk Aster Taylor, seorang mahasiswa doktoral dari Universitas Michigan.
Keberadaan 3I/ATLAS memberikan peluang berharga bagi para ilmuwan untuk menyelidiki materi yang berasal dari luar tata surya kita.
3I/ATLAS memiliki perbedaan dibandingkan dengan dua objek antarbintang sebelumnya, 1I/'Oumuamua dan 2I/Borisov, dalam hal ukuran yang lebih besar dan usia yang lebih lanjut.
Sebuah estimasi awal menyebutkan diameter 3I/ATLAS sekitar 10 kilometer, yang jauh lebih besar dibandingkan 'Oumuamua, yang 100 kali lebih kecil, dan 10 kali lebih besar dibandingkan Borisov.
Yang paling mengejutkan adalah perkiraan umurnya, yang diperkirakan antara 3 miliar hingga 11 miliar tahun. Angka ini menunjukkan bahwa 3I/ATLAS mungkin hampir sejalan dengan usia galaksi Bima Sakti.
Akan tetapi, astronom mengindikasikan bahwa angka-angka ini bisa berubah seiring bertambahnya data yang dikumpulkan.
3I/ATLAS kemungkinan adalah komet yang memiliki koma, yaitu lapisan gas dan debu yang terbentuk saat mendekati matahari.
Saat ini, para ahli sedang melakukan penelitian lebih lanjut mengenai komposisi gas dan esnya menggunakan teleskop seperti Hubble dan JWST.
Deteksi 3I/ATLAS dilakukan oleh sistem teleskop NASA ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System), yang dirancang untuk mengidentifikasi objek yang berpotensi bahaya bagi Bumi.
Meskipun 3I/ATLAS tidak berisiko, penemuannya memicu reaksi cepat dari astronom seluruh dunia untuk melakukan konfirmasi sebelum astronom lainnya.
Aster Taylor, salah satu peneliti yang terlibat, berbagi pengalamannya tentang bagaimana dia mengonfirmasi penemuan ini saat liburan di Fiji.
Sementara itu, rekannya Darryl Seligman dari Universitas Negeri Michigan harus bekerja di pagi hari untuk mengumpulkan data dari berbagai teleskop setelah mendengar berita tersebut.
John Tonry, salah satu perancang ATLAS, mengungkapkan perasaannya.
"Sangat menyenangkan setiap kali usaha kami dalam memantau langit membuahkan hasil yang baru," ujarnya.
Penemuan ini menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap proyek seperti Observatorium Vera C. Rubin yang baru saja dioperasikan, yang diharapkan dapat mendeteksi lebih banyak objek antarbintang di masa mendatang.
Sumber: SciTechDaily
Kamera JANUS milik wahana antariksa JUICE berhasil mengabadikan komet antarbintang 3I/ATLAS. Ini adalah objek luar tata surya ketiga yang pernah terdeteksi.
Ilmuwan mengusulkan misi luar angkasa untuk mengejar komet antarbintang 3I/ATLAS dengan memanfaatkan manuver Oberth dekat Matahari.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Komet antarbintang 3I/ATLAS kembali menarik perhatian setelah pengamatan terbaru menunjukkan adanya kemungkinan letusan gunung es atau kriovolkano di permukaannya.
Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa jumlah ISO yang memasuki Tata Surya kita lebih sedikit daripada sebelumnya. Artinya, mereka menimbulkan risiko dampak bagi Bumi.
Astronom mendeteksi sinyal radio pertama dari komet antarbintang 3I/ATLAS. Meski sempat dikaitkan dengan teori alien, ternyata sinyal itu berasal dari proses alami di inti komet.
Temukan perbandingan usia Neptunus, Saturnus, dan Uranus. Benarkah raksasa gas terbentuk lebih dulu daripada raksasa es? Simak fakta astronomi terbaru.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved