Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Penemuan objek antarbintang 3I/ATLAS memunculkan kembali spekulasi kontroversial: mungkinkah ini bukan sekadar komet, melainkan teknologi luar angkasa yang disamarkan oleh peradaban asing?
Sebuah makalah pra-cetak yang ditulis oleh tiga peneliti, termasuk Avi Loeb dari Universitas Harvard, menyebut bahwa 3I/ATLAS mungkin merupakan artefak teknologi asing yang “berpotensi bersifat bermusuhan.”
Meski belum ditinjau oleh rekan sejawat dan tak menyertakan bukti konkret, makalah ini mengangkat kembali argumen serupa yang pernah dilontarkan mengenai objek 'Oumuamua pada tahun 2017.
Namun, mayoritas ilmuwan menyebut klaim tersebut tidak rasional dan mengganggu proses ilmiah yang serius. Sejauh ini, semua bukti menunjukkan bahwa 3I/ATLAS adalah objek alami.
Objek ini ditemukan pada 1 Juli 2025. Ia melaju menuju Matahari dengan kecepatan sekitar 210 ribu kilometer per jam dan segera dikenali sebagai objek antarbintang. Pengamatan awal menunjukkan bahwa ia dikelilingi oleh awan gas, debu, dan es—ciri khas dari sebuah komet—dengan lebar mencapai 24 kilometer.
Model simulasi memperkirakan bahwa usianya bisa 3 miliar tahun lebih tua dari tata surya, menjadikannya salah satu komet tertua yang pernah diamati.
Makalah yang diajukan ke arXiv menyebutkan bahwa karakteristik orbit 3I/ATLAS yang tidak biasa dapat mengindikasikan tujuan buatan. Penulis berteori bahwa jalur objek yang mendekati tiga planet—Jupiter, Mars, dan Venus—bisa digunakan oleh entitas asing untuk menempatkan instrumen pengawasan.
Mereka juga mencatat bahwa 3I/ATLAS akan berada di sisi Matahari yang berlawanan dari Bumi saat mencapai titik terdekatnya, yang disebut sebagai kemungkinan strategi untuk menghindari deteksi teleskopik.
Kecepatan ekstrem objek ini juga dinilai menyulitkan upaya pelacakan dan pencegatan, yang oleh penulis diasumsikan sebagai keuntungan strategis bagi pengamat asing. Namun, semua ini masih bersifat spekulatif tanpa bukti nyata.
Sebagian besar astronom sepakat bahwa 3I/ATLAS adalah komet biasa dari sistem bintang lain. Darryl Seligman dari Michigan State University dan Samantha Lawler dari Universitas Regina menyatakan bahwa objek ini menunjukkan tanda-tanda klasik aktivitas komet dan tidak ada yang menunjukkan sifat buatan.
Ketidakhadiran senyawa volatil dalam pengamatan awal dianggap wajar, mengingat jaraknya yang masih cukup jauh dari Matahari. Senyawa ini kemungkinan akan terlihat dalam beberapa minggu mendatang.
Avi Loeb sendiri mengakui bahwa hipotesis alien tidak mungkin benar, namun tetap menyatakan bahwa skenario seperti ini layak dijadikan eksperimen pemikiran.
Banyak ilmuwan merasa bahwa publikasi seperti ini justru mengalihkan perhatian dari riset serius dan kolaboratif yang tengah berlangsung. Chris Lintott dari Universitas Oxford menyebut klaim bahwa 3I/ATLAS adalah buatan sebagai sesuatu yang mengganggu dan tidak menghargai kerja keras komunitas ilmiah.
Samantha Lawler menambahkan bahwa klaim luar biasa semacam ini tidak didukung oleh bukti yang luar biasa, dan bahwa makalah tersebut tampak lebih sebagai provokasi daripada kontribusi ilmiah yang valid.
Walaupun pendekatan terbuka terhadap hipotesis baru tetap penting, mayoritas ilmuwan menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan bahwa 3I/ATLAS adalah pesawat luar angkasa tersembunyi. Untuk saat ini, ia tetap diklasifikasikan sebagai komet antarbintang alami—meskipun terus dipantau secara intensif oleh para astronom di seluruh dunia. (Live Science/Z-10)
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA merilis foto luar biasa kolaborasi James Webb dan Chandra. Dua galaksi, IC 2163 dan NGC 2207, tertangkap sedang memulai proses tabrakan dahsyat.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Astronot ISS menangkap foto spektakuler wilayah Florida dan Karibia saat malam hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved