Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

SPHEREx NASA Temukan Molekul Organik di Komet Antarbintang 3I/ATLAS

Abi Rama
16/2/2026 22:15
SPHEREx NASA Temukan Molekul Organik di Komet Antarbintang 3I/ATLAS
Ilustrasi(Doc NASA)

TELESKOP luar angkasa SPHEREx milik NASA mengonfirmasi keberadaan molekul organik kompleks di komet antarbintang 3I/ATLAS. Temuan ini diperoleh melalui pengamatan inframerah detail yang dilakukan pada Desember 2025, tak lama setelah komet tersebut muncul kembali dari balik Matahari.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah. Dari analisis spektral tersebut, ilmuwan mendeteksi uap air, karbon dioksida, debu, serta molekul organik kompleks yang menjadi komponen penting dalam pembentukan materi kehidupan.

Objek Antarbintang Ketiga

3I/ATLAS diketahui sebagai objek antarbintang ketiga yang terkonfirmasi memasuki Tata Surya, setelah ʻOumuamua dan 2I/Borisov. Komet ini pertama kali terdeteksi pada Juli 2025 oleh sistem pemantauan ATLAS.

Lintasannya berbentuk hiperbolik, menandakan bahwa komet tersebut hanya melintas satu kali di Tata Surya sebelum kembali menuju ruang antarbintang. Artinya, para ilmuwan memiliki waktu terbatas untuk mempelajari karakteristiknya.

Aktivitas Meningkat Usai Perihelion

Komet 3I/ATLAS mencapai titik terdekat dengan Matahari (perihelion) pada Oktober 2025 dengan jarak sekitar 1,4 satuan astronomi. Kedekatan ini memicu aktivitas intens berupa semburan gas dan debu dari permukaannya.

Pengamatan lanjutan pada Desember menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan. Semburan material dari inti komet membentuk koma, yakni selubung gas bercahaya yang dapat membentang hingga ratusan ribu kilometer. Dalam beberapa catatan, selubung karbon dioksida bahkan melampaui 348 ribu kilometer.

Uap air yang terdeteksi menunjukkan proses penyubliman es akibat paparan panas Matahari. Debu yang terlepas memantulkan radiasi inframerah, sementara molekul organik kompleks muncul pada pita spektral tertentu.

Mengungkap Material Purba

Molekul organik yang ditemukan berupa rantai karbon kompleks yang mirip dengan prekursor biologis. Senyawa ini dianggap sebagai bahan dasar yang berperan dalam proses kimia menuju pembentukan kehidupan.

Material tersebut selama ini membeku di lingkungan antarbintang. Saat komet melintas dekat Matahari, panas memicu pelepasan unsur-unsur yang tersimpan selama miliaran tahun, sehingga memberi kesempatan langka bagi ilmuwan untuk menelitinya secara langsung.

Perbandingan dengan komet yang berasal dari Tata Surya menunjukkan adanya perbedaan proporsi es dan kandungan material. Objek antarbintang seperti 3I/ATLAS dinilai menyimpan komposisi yang lebih primitif.

Sumber: mixvale.com.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik