Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Komet Antarbintang 3I/ATLAS Simpan Air dan Molekul Organik, Terungkap lewat Teleskop Korea–AS

N Apuan Iskandar
10/2/2026 00:28
Komet Antarbintang 3I/ATLAS Simpan Air dan Molekul Organik, Terungkap lewat Teleskop Korea–AS
Teleskop luar angkasa SPHEREx, yang dikembangkan oleh AS dan Korsel.(Dok. KASI)

SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi setelah teleskop luar angkasa SPHEREx mendeteksi keberadaan air dan molekul organik di komet antarbintang 3I/ATLAS. Temuan ini dipublikasikan dalam Research Notes of the American Astronomical Society dan dipandang mampu memberikan wawasan baru tentang komet yang datang dari luar tata surya kita.

Fakta Penemuan 3I/ATLAS:

  • Teleskop: SPHEREx (NASA & KASI Korea Selatan).
  • Objek: 3I/ATLAS (Komet Antarbintang ketiga dalam sejarah).
  • Temuan: Air, CO2, CO, dan Hidrogen Sianida (Molekul Organik).
  • Signifikansi: Membuktikan bahan dasar kehidupan tersebar di luar tata surya.

Teknologi SPHEREx: Mata Inframerah NASA dan KASI

SPHEREx kependekan dari Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer adalah teleskop inframerah yang dikembangkan bersama oleh Korea Astronomy and Space Science Institute (KASI) dan NASA. Teleskop ini diluncurkan pada Maret 2025 sebagai bagian dari misi untuk memetakan galaksi serta objek kosmik lain dalam spektrum inframerah yang belum terjangkau sebelumnya.

Dalam pengamatan yang dilakukan pada Desember 2025, SPHEREx berhasil menangkap emisi dari komet 3I/ATLAS saat objek tersebut sedang berada di wilayah luar tata surya dan bergerak keluar dari sistem kita.

Kandungan Molekul Organik dan Bahan Dasar Kehidupan

Data yang dikumpulkan menunjukkan adanya air, karbon dioksida, karbon monoksida, serta molekul organik seperti hidrogen sianida. Senyawa ini termasuk dalam building blocks atau bahan dasar kimia organik yang penting dalam proses kimia kompleks menuju pembentukan kehidupan.

Komet 3I/ATLAS pertama kali ditemukan pada Juli 2025 dan diklasifikasikan sebagai objek antarbintang karena lintasannya yang hiperbolik dan kecepatannya yang tinggi, menandakan asalnya dari luar tata surya. Ia adalah salah satu dari hanya tiga objek antarbintang yang pernah ditemukan, bersama dengan ʻOumuamua dan 2I/Borisov.

Implikasi Bagi Evolusi Kosmik

Kehadiran air dan molekul organik di komet ini menguatkan bukti bahwa material antarbintang yang terbentuk di sekitar bintang lain dapat membawa jejak unsur kimia yang mirip dengan yang terdapat di tata surya kita. Para ilmuwan berharap temuan ini bisa membantu memahami bagaimana komponen kimia dasar terbentuk dan tersebar di luar sistem bintang asalnya.

“Deteksi molekul organik ini memberi kita gambaran yang lebih jelas tentang komposisi es purba yang ada pada tubuh komet yang terbentuk miliaran tahun lalu di luar tata surya kita,” ujar salah satu peneliti dalam kolaborasi internasional SPHEREx.

Selain itu, pengamatan semacam ini juga membuka peluang baru untuk mengeksplorasi asal-usul material kosmik yang mungkin turut berkontribusi pada proses pembentukan planet dan, pada skala lebih luas, awal mula kehidupan di alam semesta.

(NASA, Korea.Net, Space, Research Notes of the AAS/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya