Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
AMMBISI manusia untuk menemukan kehidupan di luar Bumi memasuki babak baru. NASA kini tengah mematangkan proyek Habitable Worlds Observatory (HWO), sebuah misi teleskop antariksa raksasa yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi dan memetakan planet-planet yang berpotensi mendukung kehidupan di masa depan.
Tujuan utama HWO adalah menemukan setidaknya 25 planet mirip Bumi yang mengorbit bintang serupa Matahari. Berbeda dengan teleskop sebelumnya, HWO akan fokus mencari tanda-tanda kehidupan (bioseignature) seperti oksigen, metana, dan uap air di atmosfer planet yang berada di "zona layak huni" wilayah di mana air cair dapat eksis di permukaan planet.
Melansir NASA News, salah satu tantangan terbesar mencari planet adalah silaunya cahaya bintang induk yang jutaan kali lebih terang dari planetnya sendiri. Untuk itu, NASA menyeleksi berbagai proposal teknologi canggih, termasuk penggunaan coronagraph super presisi. Alat ini berfungsi memblokir cahaya bintang sehingga teleskop dapat melihat objek kecil (planet) yang bersembunyi di dekatnya dengan sangat jelas.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta. Menurut laporan dari Johns Hopkins University, HWO tidak hanya sekadar memotret, tetapi akan melakukan analisis mendalam terhadap komposisi kimia planet. Ini adalah langkah konkret pertama manusia untuk memetakan "tetangga" kosmik yang mungkin bisa dihuni di masa depan.
Selain HWO, NASA juga bersiap dengan peluncuran teleskop SPHEREx (Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer). Merujuk laporan The Guardian, SPHEREx akan melakukan survei seluruh langit untuk memetakan molekul organik dan air dalam bentuk es di seluruh galaksi kita.
Data dari SPHEREx akan menjadi fondasi penting bagi HWO dalam mempersempit pencarian lokasi planet yang paling menjanjikan.
Melalui Habitable Worlds Observatory, NASA beralih dari sekadar menemukan planet menjadi karakterisasi dunia yang benar-benar bisa ditempati. Meskipun misi ini membutuhkan waktu pengembangan yang panjang, teknologi yang sedang disiapkan saat ini menjadi pembuka pintu bagi penemuan paling revolusioner dalam sejarah astronomi.
Sumber: NASA Science, NASA News Release, Johns Hopkins University, The Guardian.
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Meskipun peluang tersebut sempat mencapai 3,1%, perkiraan lintasan yang lebih rinci akhirnya meniadakan kemungkinan tabrakan dengan Bumi saat ia melintas dekat pada 22 Desember 2032.
Awak Ekspedisi 74 di ISS fokus pada studi CIPHER untuk kesehatan jangka panjang astronaut serta peluncuran CubeSat karya pelajar dari lima negara.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
Profesor Harvard Avi Loeb memicu perdebatan setelah menyebut komet antarbintang 3I/ATLAS menunjukkan percepatan non-gravitasi misterius.
Pada 27 Maret 2025, teleskop SPHEREx menangkap gambar pertama yang menakjubkan berisi lebih dari 100.000 galaksi, bintang, dan nebula.
NASA mengumumkan teleskop luar angkasa inframerah terbaru, SPHEREx, telah mulai beroperasi pada 1 April.
SPHEREx akan memetakan seluruh langit dalam bentuk 3D setiap enam bulan, sehingga melengkapi pengamatan yang dilakukan oleh teleskop luar angkasa lainnya seperti James Webb dan Hubble.
NASA sukses meluncurkan observatorium SPHEREx pada 11 Maret 2025 dengan misi mengungkap detik-detik awal setelah Big Bang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved