Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AMMBISI manusia untuk menemukan kehidupan di luar Bumi memasuki babak baru. NASA kini tengah mematangkan proyek Habitable Worlds Observatory (HWO), sebuah misi teleskop antariksa raksasa yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi dan memetakan planet-planet yang berpotensi mendukung kehidupan di masa depan.
Tujuan utama HWO adalah menemukan setidaknya 25 planet mirip Bumi yang mengorbit bintang serupa Matahari. Berbeda dengan teleskop sebelumnya, HWO akan fokus mencari tanda-tanda kehidupan (bioseignature) seperti oksigen, metana, dan uap air di atmosfer planet yang berada di "zona layak huni" wilayah di mana air cair dapat eksis di permukaan planet.
Melansir NASA News, salah satu tantangan terbesar mencari planet adalah silaunya cahaya bintang induk yang jutaan kali lebih terang dari planetnya sendiri. Untuk itu, NASA menyeleksi berbagai proposal teknologi canggih, termasuk penggunaan coronagraph super presisi. Alat ini berfungsi memblokir cahaya bintang sehingga teleskop dapat melihat objek kecil (planet) yang bersembunyi di dekatnya dengan sangat jelas.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta. Menurut laporan dari Johns Hopkins University, HWO tidak hanya sekadar memotret, tetapi akan melakukan analisis mendalam terhadap komposisi kimia planet. Ini adalah langkah konkret pertama manusia untuk memetakan "tetangga" kosmik yang mungkin bisa dihuni di masa depan.
Selain HWO, NASA juga bersiap dengan peluncuran teleskop SPHEREx (Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer). Merujuk laporan The Guardian, SPHEREx akan melakukan survei seluruh langit untuk memetakan molekul organik dan air dalam bentuk es di seluruh galaksi kita.
Data dari SPHEREx akan menjadi fondasi penting bagi HWO dalam mempersempit pencarian lokasi planet yang paling menjanjikan.
Melalui Habitable Worlds Observatory, NASA beralih dari sekadar menemukan planet menjadi karakterisasi dunia yang benar-benar bisa ditempati. Meskipun misi ini membutuhkan waktu pengembangan yang panjang, teknologi yang sedang disiapkan saat ini menjadi pembuka pintu bagi penemuan paling revolusioner dalam sejarah astronomi.
Sumber: NASA Science, NASA News Release, Johns Hopkins University, The Guardian.
Teleskop Hubble NASA berhasil menangkap citra paling tajam komet antarbintang 3I/ATLAS. Objek misterius ini melaju hingga 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya.
Walaupun suhu tersebut terlalu panas bagi keberadaan air cair di permukaan, planet ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga untuk memahami "lembah radius,"
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
Para astronom menyebut citra ini sebagai salah satu gambaran paling detail tentang bagaimana bintang seperti Matahari mengakhiri hidupnya.
Satu abad lalu, Robert Goddard meluncurkan roket bahan bakar cair pertama. Penemuan yang terinspirasi fiksi ilmiah dan peran vital Esther Goddard.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Profesor Harvard Avi Loeb memicu perdebatan setelah menyebut komet antarbintang 3I/ATLAS menunjukkan percepatan non-gravitasi misterius.
Pada 27 Maret 2025, teleskop SPHEREx menangkap gambar pertama yang menakjubkan berisi lebih dari 100.000 galaksi, bintang, dan nebula.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved