Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAHANA antariksa milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE), berhasil menangkap pemandangan luar biasa dari pengunjung asing yang berasal dari luar sistem tata surya kita. Gambar yang menakjubkan ini diabadikan kamera sains JANUS saat wahana tersebut tengah dalam perjalanan menuju Jupiter.
Objek tersebut diidentifikasi sebagai komet antarbintang 3I/ATLAS. Dalam tangkapan kamera JUICE, terlihat jelas koma (awan gas) yang bersinar serta ekor gas dan debu komet yang membentang luas.
Komet 3I/ATLAS merupakan objek antarbintang ketiga yang pernah terdeteksi melintasi sistem tata surya kita. Berbeda dengan mayoritas komet yang berasal dari Sabuk Kuiper atau Awan Oort di pinggiran tata surya kita, pengembara es ini terbentuk di sekitar bintang lain sebelum akhirnya hanyut ke lingkungan kosmik kita.
Pada citra yang dirilis, cahaya terang berbentuk telur di pusat gambar adalah koma komet, sebuah awan gas dan debu luas yang dilepaskan saat sinar matahari memanaskan inti es komet. Membentang menjauh dari koma tersebut adalah ekor panjang yang terbentuk akibat radiasi matahari dan angin surya.
Kamera JANUS mengabadikan momen ini pada 6 November 2025, tepat tujuh hari setelah 3I/ATLAS mencapai titik terdekatnya dengan matahari. Saat pengambilan gambar dilakukan, wahana JUICE berada pada jarak sekitar 66 juta kilometer dari komet tersebut.
Sepanjang bulan November, lima instrumen canggih di JUICE, yakni JANUS, MAJIS, SWI, PEP, dan UVS, terus melakukan pengamatan intensif. Instrumen-instrumen ini mengumpulkan data citra dan spektrometri untuk menentukan komposisi serta tingkat aktivitas sang pengembara kosmik tersebut.
Meski pengamatan dilakukan pada akhir tahun lalu, para ilmuwan baru bisa melihat hasilnya baru-baru ini. Hal ini disebabkan posisi JUICE yang berada di sisi matahari yang berlawanan dengan Bumi selama pengamatan berlangsung.
Kondisi tersebut memaksa data dikirimkan dengan kecepatan yang lebih lambat, sehingga menghambat proses transmisi. Tim instrumen baru menerima data lengkap pada pekan lalu dan kini sedang bekerja keras melakukan analisis mendalam. Para ahli dijadwalkan akan berkumpul pada akhir Maret mendatang untuk mendiskusikan temuan-temuan penting dari komet misterius ini. (Space/Z-2)
Ilmuwan mengusulkan misi luar angkasa untuk mengejar komet antarbintang 3I/ATLAS dengan memanfaatkan manuver Oberth dekat Matahari.
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Pada 3I/ATLAS, anti-tail tampak lebih tegas dan menonjol dibandingkan komet lain. Hal ini memicu kajian lanjutan untuk memastikan apakah bentuk tersebut murni efek optik
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved