Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom berhasil menangkap momen langka yang selama ini hanya menjadi teori, proses kelahiran sebuah planet. Menggunakan Teleskop Magellan di Cile dan Large Binocular Telescope di Arizona, tim ilmuwan berhasil memotret “bayi planet” bernama WISPIT 2b, yang sedang tumbuh di dalam cincin debu mengelilingi bintang induknya, WISPIT 2.
Planet muda ini diperkirakan memiliki massa sekitar lima kali lipat Jupiter dan baru berusia sekitar lima juta tahun, sangat muda dalam ukuran kosmis. Dalam citra terbaru, WISPIT 2b terlihat berada di dalam celah berbentuk cincin di piringan debu yang mengitari bintang induknya, tempat di mana ia mengumpulkan material untuk tumbuh menjadi planet seutuhnya.
Menurut pernyataan NASA, gambar ini menjadi bukti langsung pertama keberadaan planet yang sedang tumbuh di dalam celah yang dibentuknya sendiri. Hal ini mengonfirmasi teori lama tentang bagaimana planet gas raksasa terbentuk.
WISPIT 2b berada sekitar 437 tahun cahaya dari Bumi. Piringan gas dan debu atau protoplanetary disk yang mengelilingi bintang muda berfungsi sebagai tempat lahir bagi planet baru. Para ilmuwan meyakini celah-celah dalam piringan tersebut terbentuk karena pengaruh planet yang sedang tumbuh, yang mendorong material di sekitarnya keluar.
Sebelumnya, WISPIT 2b pertama kali terdeteksi oleh instrumen VLT-SPHERE milik European Southern Observatory di Chile bagian utara. Saat itu, tampak pola cincin dan celah besar yang menunjukkan aktivitas planet muda tersebut.
Kali ini, berkat sistem optik adaptif MagAO-X milik Magellan Telescope, astronom berhasil mendeteksi cahaya redup dari H-alpha, “sidik jari” spektrum gas hidrogen yang memanas saat jatuh ke planet yang sedang terbentuk. Pengamatan tambahan dengan kamera inframerah di Large Binocular Telescope mengonfirmasi bahwa cahaya tersebut benar-benar berasal dari planet yang sedang aktif tumbuh, bukan dari sumber lain.
Dalam gambar yang dirilis NASA, WISPIT 2b tampak sebagai titik ungu kecil di sebelah kanan cincin debu putih terang yang mengelilingi bintang induknya. Sebuah cincin putih lebih redup juga terlihat di bagian luar, memperlihatkan kompleksitas struktur piringan tempat planet-planet baru sedang terbentuk.
Posisi WISPIT 2b di dalam celah piringan menunjukkan ia tidak hanya melintas, melainkan benar-benar membentuk lingkungannya sendiri dengan menyapu dan mengumpulkan material debu di sekitarnya. Astronom bahkan menemukan kemungkinan adanya planet kedua yang sedang tumbuh di cincin bagian dalam.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 26 Agustus di The Astrophysical Journal Letters, bersamaan dengan studi lain yang menggunakan observasi dari instrumen VLT-SPHERE. (Space/Z-2)
Astronom lewat teleskop James Webb temukan planet baru L 98-59 d. Planet lava ini berbau telur busuk dan membuka kategori baru dalam ilmu astronomi.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
HD 137010 b, kandidat planet berbatu 6% lebih besar dari Bumi, ditemukan dari data teleskop Kepler. Terletak 146 tahun cahaya, orbitnya hampir satu tahun Bumi dengan suhu sangat dingin.
Penelitian terbaru ungkap Bumi berada di 'Goldilocks Zone' kimiawi yang langka. Tanpa kadar oksigen yang tepat, DNA dan kehidupan takkan pernah ada.
Para astronom kini berburu tanda-tanda kehidupan di 6.000 exoplanet. Mulai dari deteksi gas atmosfer hingga misi masa depan NASA, inilah cara kita menjawab apakah Bumi itu unik.
Penemuan langka sistem bintang V1298 Tau mengungkap fenomena unik di mana planet-planet muda memiliki kepadatan sangat rendah dan menyusut seiring waktu.
PADA Rabu (1/4) pukul 18.24 EDT nanti akan menjadi penanda misi eksplorasi manusia ke Bulan dalam peluncuran penerbangan Misi Artemis II NASA.
Kebakaran tragis dalam kapsul Apollo 1 menewaskan tiga astronaut NASA dalam hitungan detik. Simak kronologi lengkap dan penyebab di balik insiden ini.
NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Berbeda dengan misi Apollo program yang hanya melibatkan pria, kru Artemis II mencerminkan keberagaman, termasuk perempuan, individu kulit berwarna, dan astronot non-AS.
Misi ini dinilai sebagai langkah maju dalam strategi mitigasi risiko tumbukan asteroid yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar di Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved