Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom baru saja mendapatkan pemandangan langka dari proses pertumbuhan empat "bayi" planet. Temuan ini mengejutkan para peneliti, planet-planet muda ini ternyata menjadi lebih ringan dan menyusut seiring bertambahnya usia.
Terletak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi, keempat planet ini mengorbit bintang muda bernama V1298 Tau. Sistem ini baru berusia 20 juta tahun, sangat muda jika dibandingkan dengan Matahari kita yang sudah berumur 4,5 miliar tahun.
Berdasarkan analisis terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, planet-planet tersebut memiliki kepadatan yang sangat rendah. Saking ringannya, para peneliti mengibaratkan tekstur mereka seperti Styrofoam yang mengembang.
Temuan ini dianggap sebagai "mata rantai yang hilang" dalam sejarah pembentukan planet. Selama ini, astronom sering menemukan sistem planet tua yang dipenuhi oleh planet seukuran Bumi hingga Neptunus, namun proses pembentukannya masih menjadi misteri.
"Yang sangat menarik adalah kita melihat pratinjau dari apa yang akan menjadi sistem planet yang sangat normal," ujar John Livingston, asisten profesor di National Astronomical Observatory of Japan. "Kami belum pernah memiliki gambaran sejelas ini tentang mereka di tahun-tahun pembentukannya."
Seiring berjalannya waktu, dunia yang membengkak ini diperkirakan akan kehilangan atmosfer tebalnya dan menyusut menjadi Super-Earth atau Sub-Neptune. Jenis planet yang umum di galaksi kita namun tidak ada di tata surya kita sendiri.
Keempat planet di V1298 Tau pertama kali diidentifikasi pada 2019 melalui data teleskop luar angkasa Kepler milik NASA. Namun, mengukur massa planet muda sangatlah sulit karena aktivitas bintang yang tidak stabil.
Tim peneliti menghabiskan satu dekade melakukan observasi menggunakan berbagai teleskop di darat dan luar angkasa. Keberuntungan muncul saat jaringan Observatorium Las Cumbres berhasil menangkap transit ketiga dari planet terluar, V1298 Tau e.
"Saya tidak percaya!" kata Erik Petigura, asisten profesor astronomi di UCLA. "Waktunya sangat tidak pasti sehingga saya pikir kami harus mencoba setidaknya setengah lusin kali. Rasanya seperti mendapatkan hole-in-one dalam golf."
Hasil penelitian menunjukkan meski ukurannya 5-10 kali lipat jari-jari Bumi, massa mereka hanya lima hingga 15 kali lebih besar dari Bumi. Ini menjadikan mereka salah satu planet paling tidak padat yang pernah ditemukan.
"Dengan menimbang planet-planet ini untuk pertama kalinya, kami telah memberikan bukti observasi pertama," kata rekan penulis Trevor David. "Mereka memang sangat 'puffy' (mengembang), yang memberi kita tolok ukur penting bagi teori evolusi planet."
James Owen, profesor astrofisika di Imperial College London, menambahkan bahwa planet-planet ini masih akan terus berubah. "Selama beberapa miliar tahun ke depan, mereka akan terus kehilangan atmosfer dan menyusut secara signifikan," pungkasnya. (Live Science/Z-2)
Para astronom berhasil mengidentifikasi WISPIT 2b, planet gas muda berusia 5 juta tahun, yang masih aktif membentuk diri di dalam cakram protoplanet berlapis ganda.
Penelitian terbaru menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengungkap detail baru tentang sistem bintang PDS 70, yang diketahui memiliki dua planet muda.
JWST berhasil melakukan pengamatan mendalam terhadap sistem bintang PDS 70, yang mengungkapkan lebih banyak rincian tentang proses pembentukan dua planet muda.
Menurut NASA, Planet raksasa yang berusia hanya 3 juta tahun ini dianggap sebagai planet 'bayi' di luar angkasa. Bahkan, para peneliti mengatakan usianya setara dengan bayi berusia dua minggu
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Gerhana Matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Fenomena ring of fire ini hanya terlihat sempurna di Antartika dan tidak dapat diamati dari Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved