Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RANGKAIAN program Technopreneur yang merupakan bagian dari kegiatan Informatics Festival (IFEST) 2025 dengan subtema 'AI and Its Domain Knowledge' telah berjalan, mulai 6-27 September. Acara yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Padjajaran itu menghadirkan pendekatan inovatif dalam pengembangan bisnis digital yang adaptif dan berkelanjutan. Dirancang untuk memberikan pelatihan intensif, pendampingan langsung, serta ruang eksplorasi ide bisnis berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam kegiatan itu, termasuk para peserta bakal mendalami bahasan terkait design thinking. Ini merupakan salah satu hal penting pada kaitannya dengan Technopreneur. “Menurut kami, pemahaman Design Thinking penting karena dapat membantu peserta untuk melihat permasalahan dari sudut pandang pengguna. Pendekatan ini juga melatih pola pikir kreatif, kolaboratif, dan adaptif yang penting bagi seorang technopreneur,” ujar Ketua Divisi Technopreneur IFEST 2025, Aisha Kinasih Susanto.
Innovesia, perusahaan yang berpengalaman di bidang design thinking, siap membekali peserta dengan metode berpikir kreatif dan terstruktur dalam merancang solusi bisnis berbasis teknologi. Nantinya peserta bakal diajarkan bagaimana membentuk cara berpikir yang lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan manusia. Dengan begitu, ide-ide yang lahir bukan hanya kreatif, tetapi juga mampu menyelesaikan masalah nyata di masyarakat maupun industri.
"Banyak orang mengira inovasi lahir dari kecanggihan teknologi atau fitur-fitur baru yang terlihat menarik. Padahal, kenyataannya inovasi sering gagal ketika kita lupa menanyakan apakah ini benar-benar relevan bagi manusia yang menggunakannya? Tanpa empati, inovasi hanyalah ilusi, indah dipandang, tetapi kosong manfaatnya,” kata founder Innovesia, Fiter Bagus Cahyono.
Lebih lanjut, kata dia, Design Thinking adalah pendekatan yang mengembalikan inovasi ke akarnya yakni manusia. Dengan memulai dari empati, bisa memahami masalah secara lebih dalam, melihat realitas dari sudut pandang orang lain, dan menemukan kebutuhan yang sesungguhnya. Dari sanalah muncul ide-ide yang bukan hanya kreatif, tetapi juga tepat guna dan berdampak.
“Perjalanan dalam Design Thinking adalah sebuah mind journey, perpaduan antara berpikir divergen untuk membuka kemungkinan seluas-luasnya dan berpikir konvergen untuk menyaring hingga menemukan solusi terbaik. Di Innovesia, kami mengembangkan 9i Design Thinking, sebuah kerangka kerja yang menuntun proses itu Dalam tiga tahap besar, inspiration untuk memahami masalah, ideation untuk melahirkan solusi, dan implementation untuk menguji serta meluncurkannya,” ucapnya.
Lebih dari sekadar metodologi, Fiter mengatakan bahwa design thinking adalah cara pandang baru melihat dunia dengan mata empati, mendengarkan dengan hati, dan menciptakan dengan tujuan. Karena inovasi sejati bukan tentang seberapa rumit teknologi yang kita buat, tetapi seberapa dalam kita peduli pada manusia yang akan merasakan dampaknya.
Adapun Technopreneur IFEST 2025 terbuka bagi mahasiswa dari berbagai jurusan dan universitas, serta komunitas teknologi dan start-up yang ingin mengembangkan ide bisnis berbasis AI. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan, IFEST 2025 diharapkan menjadi katalisator lahirnya technopreneur muda yang mampu menjawab tantangan zaman melalui teknologi yang berdampak. (H-3)
Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas mahasiswa
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Sidang perdana kasus kecanduan media sosial dimulai di California. Meta dan YouTube dituduh sengaja merancang platform yang merusak otak anak.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
DI tengah gempuran outcome artificial intelligence, otomatisasi, dan disrupsi digital, banyak yang meragukan masa depan profesi akuntan publik.
Kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
PENDIDIKAN abad ke-21 menghadapi tantangan bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved