Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJELAJAH Curiosity milik NASA telah mengalami kerusakan signifikan pada roda-rodanya sebagaimana terungkap dalam gambar terbaru.
Kendaraan penjelajah Curiosity itu telah menjelajahi Mars sejak 2012 dan mengirimkan kembali informasi penting tentang planet tersebut saat melintasi medan berbatu dekat Kawah Gale tempat pendaratannya.
Gambar-gambar itu mengejutkan para penggemar antariksa. Meskipun banyak pesimisme di dunia maya, para insinyur dan ilmuwan NASA yakin bahwa penjelajah itu tetap beroperasi penuh.
Baca juga : Curiosity Selesaikan Analisis di Gediz Vallis dan Lanjutkan Eksplorasi Medan Baru di Mars
Insinyur Operasi Misi di Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA Ashley Stroupe mengatakan bahwa meskipun terdapat kerusakan pada Penjelajah Curiosity milik NASA ini, ia masih bisa beroperasi.
"Gambar tersebut menunjukkan tampilan MAHLI dari roda kanan-tengah (RM), yang masih bertahan dengan baik meskipun mengalami beberapa kerusakan terburuk di Mars," ungkap Ashley Stroupe dalam sebuah pernyataan.
Sejak awal 2013, roda Curiosity menunjukkan tanda-tanda kerusakan, yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat mesin seberat satu ton itu meluncur di medan terjal, termasuk bebatuan terjal.
Baca juga : Penelitian NASA Mengungkap Rahasia Pembentukan Formasi Geologi Mars
Oleh karena itu, tim penjelajah mulai melakukan pemeriksaan rutin pada roda menggunakan MAHLI, dengan terus memantau perkembangan keausan.
Dalam sebuah unggahan, Ashley menulis bahwa gambar-gambar tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan berkala NASA.
"Pemeriksaan berkala NASA terhadap roda-roda kami untuk melihat bagaimana roda-roda tersebut bertahan di medan yang kasar," tulisnya.
Baca juga : Bukti Reservoir Air Bawah Tanah Terungkap di Mars: Temuan dari Misi InSight NASA
Meskipun kerusakan roda masih terjadi secara teratur, seperti yang ditunjukkan gambar baru ini, Curiosity terus melaju di medan yang sulit dengan baik, melanjutkan misinya untuk mencari bukti bahwa Mars mungkin pernah layak huni bagi kehidupan mikroba.
Penjelajah tersebut telah menempuh jarak 20 mil di planet itu dan saat ini berada di area yang disebut Gedis Vallis.
Akhir pekan lalu, mereka menyelesaikan pemeriksaan terhadap batu-batu putih di Sheep Creek, serta menyelidiki Cloud Canyon, Moonlight Lake, dan Angora Mountain.
Baca juga : Penemuan Meteorit Mars ALH84001: Wawasan Baru tentang Geologi dan Potensi Kehidupan di Mars
Tim yang mengoperasikan penjelajah tersebut mencoba untuk menemukan apakah bebatuan tersebut mengandung belerang, seperti tumpukan batu belerang lain yang secara tidak sengaja ditemukan awal tahun ini ketika penjelajah tersebut memecahkannya dengan roda-rodanya.
Mars memainkan peran besar dalam rencana umat manusia. Miliarder luar angkasa dan teknologi, Elon Musk, mengatakan bahwa ia berencana untuk memiliki koloni manusia yang mandiri di Mars dalam dua dekade mendatang, dan akan mencoba meluncurkan lima pesawat luar angkasa Starship ke planet tersebut dalam dua tahun ke depan.
Jika peluncuran itu berjalan lancar, ia menargetkan manusia dapat dikirim ke Mars pada tahun 2028. (NASA/Z-10)
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved