Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPSUL antariksa Starliner buatan Boeing, yang dijadwalkan kembali ke Bumi pada 6 September 2024, menjadi sorotan utama setelah menjalani misi penting di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Meskipun awalnya direncanakan membawa pulang dua astronaut NASA, rencana ini berubah drastis karena masalah teknis yang tidak terduga terdeteksi selama misi, memaksa kapsul untuk kembali tanpa awak.
Dilansir dari Space, NASA menjelaskan Starliner dijadwalkan akan melepaskan diri dari ISS pada pukul 18:04 EDT (07:04 WIB pada 7 September), dengan perkiraan pendaratan sekitar enam jam kemudian di White Sands Space Harbor, New Mexico, Amerika Serikat.
Misi ini awalnya dipandang sebagai langkah maju besar bagi Boeing, karena Starliner meluncur ke ISS pada 5 Juni dalam misi berawak pertamanya yang diberi nama Crew Flight Test (CFT), membawa dua astronaut NASA, Suni Williams dan Butch Wilmore.
Baca juga : Astronaut NASA Terancam Terjebak di ISS Hingga 2025
Namun, perjalanan menuju kesuksesan ini tidak sepenuhnya mulus. Selama penerbangan, lima dari 28 pendorong sistem kontrol reaksi gagal berfungsi, dan kebocoran helium yang terdeteksi menambah daftar tantangan teknis yang harus dihadapi.
Masalah-masalah ini memicu kekhawatiran serius di kalangan para insinyur NASA dan Boeing, mendorong mereka untuk memperpanjang durasi misi guna menyelidiki penyebab dan potensi risiko yang mungkin muncul saat Starliner kembali ke Bumi.
Setelah melakukan evaluasi mendalam, NASA mengambil keputusan yang sangat hati-hati: mengembalikan kedua astronaut dengan Starliner dianggap terlalu berisiko. Sebagai gantinya, Williams dan Wilmore akan kembali ke Bumi menggunakan kapsul Dragon milik SpaceX, yang dijadwalkan pada Februari 2025. Starliner akan melakukan perjalanan pulang yang tidak kalah menegangkan, namun tanpa kehadiran awak di dalamnya.
Baca juga : Ini Perkembangan Nasib Dua Astronot NASA yang Terjebak di Stasiun Luar Angkasa ISS
NASA mengonfirmasi seluruh proses pemisahan dari ISS, re-entry ke atmosfer Bumi, hingga pendaratan akan dilakukan secara otomatis oleh Starliner. Tim pengendali misi di Houston, bersama dengan pusat kendali Boeing di Florida, akan memantau setiap langkah dengan cermat dan siap mengambil alih kendali jika diperlukan.
Keberhasilan manuver otomatis ini akan menjadi bukti penting kemampuan teknologi Boeing dalam menghadapi tantangan besar di dunia penerbangan antariksa.
Namun, ini bukan kali pertama Starliner menghadapi masalah besar. Pada dua penerbangan uji coba sebelumnya, yakni pada Desember 2019 dan Mei 2022, Starliner juga mengalami sejumlah hambatan teknis yang membuat reputasi Boeing dalam penyediaan layanan transportasi antariksa manusia dipertanyakan.
Baca juga : Dului Tom Cruise, Rusia Rilis Trailer Film Perdana yang Syuting di Antariksa
Meskipun pada akhirnya kedua penerbangan tersebut berakhir dengan selamat, penerbangan kali ini dianggap sebagai ujian pamungkas yang akan menentukan masa depan Boeing di industri antariksa.
Pendaratan yang dijadwalkan pada 6 September ini menjadi lebih dari sekadar momen kembalinya sebuah kapsul ke Bumi. Ini adalah titik kritis dalam evaluasi keseluruhan kemampuan Starliner.
Keberhasilan misi ini akan menjadi bukti kehandalan teknologi Boeing, sementara kegagalan bisa berdampak besar, bukan hanya pada masa depan Starliner, tetapi juga pada posisi Boeing dalam industri antariksa yang semakin kompetitif.
Dalam beberapa jam mendatang, seluruh mata akan tertuju pada Starliner saat ia kembali ke Bumi, membawa harapan dan kekhawatiran di balik pencapaian bersejarah ini. (Z-3)
Awak Ekspedisi 74 di ISS fokus pada studi CIPHER untuk kesehatan jangka panjang astronaut serta peluncuran CubeSat karya pelajar dari lima negara.
Penasaran bagaimana cara menjadi astronot NASA? Simak syarat ketat, proses seleksi dari 18.000 pelamar, hingga tantangan pelatihan menuju Bulan dan Mars.
NASA memberi lampu hijau misi Axiom Mission 5 ke ISS pada 2027. Misi ini menandai peralihan eksplorasi orbit Bumi ke sektor komersial.
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
NASA tengah mengevaluasi opsi pemulangan dini misi SpaceX Crew-11 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kendala kesehatan salah satu astronot.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA merilis foto luar biasa kolaborasi James Webb dan Chandra. Dua galaksi, IC 2163 dan NGC 2207, tertangkap sedang memulai proses tabrakan dahsyat.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved