Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Geoffrey Hinton yang sering disebut-sebut sebagai bapak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) keluar dari raksasa teknologi, Google.
Sebelumnya, Hutton dipekerjakan oleh Google satu dekade yang lalu untuk membantu mengembangkan teknologi AI perusahaan, dan pendekatan yang dia rintis telah membuka jalan bagi sistem yang ada saat ini seperti ChatGPT.
Pria berusia 75 tahun itu kini mengaku menyesali kontribusinya dalam pengembangan teknologi tersebut.
Baca juga : Cognex Luncurkan In-Sight 3800 Vision System untuk Sistem Inspeksi Berbasis AI
Ia mengatakan hingga tahun lalu masih percaya bahwa Google telah menjadi pengelola yang baik dari teknologi AI. Namun, hal itu berubah setelah Microsoft mulai memasukkan chatbot ke dalam mesin pencari Bing.
Baca juga : Pro-Kontra Penggunaan AI di Industri Musik
Hutton menyebut chatbot AI cukup menakutkan karena mereka dapat menjadi lebih cerdas daripada manusia dan dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan. Selain itu, AI juga dapat menghilangkan pekerjaan, seperti paralegal dan asisten pribadi.
"Ia (AI) mampu menghasilkan banyak teks secara otomatis sehingga Anda bisa mendapatkan banyak spambot yang sangat efektif. Ini akan memungkinkan para pemimpin otoriter untuk memanipulasi para pemilih mereka, hal-hal seperti itu," kata Hutton, dilansir dari The Guardian, Rabu (3/5).
"Saya sampai pada kesimpulan bahwa jenis kecerdasan yang kita kembangkan sangat berbeda dengan kecerdasan yang kita miliki," katanya. "Jadi, seolah-olah Anda memiliki 10.000 orang dan setiap kali satu orang mempelajari sesuatu, semua orang secara otomatis mengetahuinya. Dan begitulah cara chatbot ini bisa mengetahui lebih banyak hal daripada satu orang saja," ujarnya.
Kekhawatiran Hinton dalam jangka pendek adalah sesuatu yang telah menjadi kenyataan, seperti orang tidak akan dapat membedakan foto, video, dan teks yang dihasilkan oleh AI yang membanjiri internet.
Peningkatan terbaru pada generator gambar seperti Midjourney yang dapat menghasilkan gambar yang realistis secara foto. Salah satunya adalah gambar Paus Fransiskus dengan mantel buntal Balenciaga yang menjadi viral pada bulan Maret.(Z-8)
Google menyarankan agar pengguna yang ponselnya tidak dapat menerima pembaruan melewati Android 12 segera meningkatkan perangkatnya.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
PERS Indonesia dalam kondisi tidak baik-baik saja secara ekonomi. Kelangsungan hidup pers secara ekonomi terancam.
Google Ads merupakan platform periklanan digital milik Google yang digunakan untuk membuat, memantau, dan mengelola kampanye iklan secara efektif.
Saksi di sidang Tipikor ungkap Google raup Rp630 ribu per lisensi CDM dalam proyek Chromebook yang menjerat eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.
GOOGLE dikabarkan tengah mengembangkan fitur ‘Tap To Edit’ untuk sistem balasan otomatis pada aplikasi pesan instan Google Massages, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengedit pesan.
Microsoft resmi menghentikan layanan aplikasi pemindai dokumen Microsoft Lens. Informasi ini terungkap melalui dokumen dukungan resmi Microsoft yang dikutip dari laman Lifehacker.
BitLocker versi baru ini mampu mengurangi penggunaan CPU hingga sekitar 70% saat melakukan aktivitas baca-tulis data, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada spesifikasi perangkat
Nokia pernah menjadi raja ponsel dunia. Pada awal 2000-an, perusahaan ini begitu mendominasi hingga sulit membayangkan ada merek lain yang bisa menggesernya
Melalui GreatNusa, BINUS memastikan pengelolaan program, integrasi kurikulum, serta penyebaran akses kepada pelajar.
Microsoft resmi mengumumkan bahwa Microsoft Publisher akan dihentikan pada Oktober 2026
Mantan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, resmi bergabung sebagai penasihat di Microsoft dan perusahaan AI Anthropic.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved