Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTEN edukasi atau berbasis skill merupakan salah satu konten yang dengan pertumbuhan paling cepat di platform TikTok.
Menjadi rumah kreativitas bagi siapa pun untuk mengekspresikan diri, TikTok menyaksikan tumbuhnya banyak kreator dari berbagai latar belakang dan profesi yang memberikan inspirasi dan informasi bermanfaat, serta mendorong pengguna lainnya untuk berkarya secara positif di TikTok.
Membuat konten edukasi di TikTok terdengar sulit, namun sejumlah kreator membagikan tips dan inspirasi agar bisa konsisten menghasilkan konten yang informatif dan edukatif, sehingga bisa memberikan manfaat bagi pengguna dan masyarakat umum.
Berikut adalah beberapa tips yang dikumpulkan dari para top kreator TikTok di bidang edukasi:
1. Tentukan ciri khas konten sesuai dengan passion dan skill
Untuk menentukan konten apa yang bisa menjadi ciri khas kita, para kreator menyarankan untuk menyesuaikannya dengan apa yang kita kuasai atau gemari. Dengan begitu, konten yang dihasilkan pun bisa lebih akurat dan bermanfaat.
"Menghasilkan konten sesuai skill kita juga akan membantu kita untuk tidak kehabisan ide, karena masih seputar apa yang kita sukai atau yang kita jalani sehari-hari," kata Erika Richardo, kreator yang konsisten mengunggah konten seputar hobi melukisnya, dalam keterangan resmi, Selasa (19/10).
2. Konsistensi untuk terus meningkatkan kualitas konten
Mendapatkan banyak views dan likes terkadang bisa membuat kita terlena untuk fokus kepada dua hal tersebut. Namun, konsistensi dalam mengunggah konten justru menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas konten. Tips ini disampaikan oleh Urrofi, kreator foto dan videografi, yang berhasil membangun bisnis Urro Films sejak aktif di TikTok.
"Sebaiknya kita tidak overthinking terhadap konten yang ingin kita unggah. Semakin konsisten kita mengunggah konten, jam terbang untuk membuat konten pun semakin tinggi, dan kita bisa melihat kualitas mana yang perlu ditingkatkan," kata Urrofi.
Baca juga : Apple Umumkan Music Voice Plan Berdasarkan Fitur Siri
3. Mulai dulu dan mencoba berbagai jenis gaya
Niat yang besar untuk menjadi kreator, kadang dihalangi oleh keraguan atau rasa tidak percaya diri. Vina Muliana, pegawai di sebuah BUMN yang juga aktif sebagai kreator motivasi karir di TikTok menyampaikan bahwa yang penting kita bisa memulai dulu dengan menghasilkan konten yang ringan.
Farhan Zubedi, kreator TikTok yang juga seorang dokter, dan Pak Win yang terkenal dengan konten seputar bisnis di akun Asahpolapikir juga menyarankan untuk mencoba berbagai gaya dalam membuat konten, sampai akhirnya menemukan gaya yang bisa menjadi ciri khas untuk jangka panjang.
Head of Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah mengatakan, konten edukasi di TikTok bukan hanya seputar pendidikan formal, tapi juga mencakup tips dan tutorial tentang soft skill dan hobi, ataupun pengalaman pribadi dari tempat kerja atau studi yang sedang ditempuh.
"Keberagaman ini yang menjadikan konten edukasi di TikTok semakin digemari dan tumbuh dengan positif. Kami berharap ada semakin banyak pengguna yang ikut terinspirasi dan menghasilkan konten-konten edukasi lainnya untuk memberikan beragam informasi bermanfaat di platform TikTok," kata Angga.
Bagi pengguna yang ingin mulai aktif atau ingin konsisten membuat konten edukasi, saat ini sedang berlangsung kompetisi #SamaSamaBerkarya dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, dimulai dari 18 hingga 28 Oktober 2021 dengan hadiah uang tunai, menjadi top kreator edukasi, dan juga akun yang terverifikasi.
Kompetisi ini mengajak kreator dan pengguna TikTok untuk membagikan video edukatif dengan beberapa pilihan topik, yakni perangkat lunak (software), sains, fotografi, kerajinan, karya seni, keuangan dan bisnis, life hacks, kesehatan, materi pembelajaran sekolah, teknologi, informasi menarik berbasis fakta, personal development, motivasi dan saran. (OL-7)
Ini adalah inisiatif pemberdayaan dan advokasi iklim yang dipimpin kaum muda untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan literasi energi terbarukan pada anak-anak di kawasan rentan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Tak heran, banyak kreator mulai membagikan konten gameplay Mobile Legends lewat siaran langsung. Jika kamu tertarik mencobanya, berikut cara live Mobile Legends di TikTok
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Pemerintah AS dilaporkan menerima "fee transaksi" sebesar US$10 miliar dari investor dalam kesepakatan kontrol TikTok AS. Angka ini mencapai 70% dari nilai kesepakatan.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi melarang anak di bawah 16 tahun punya akun TikTok, Roblox, hingga YouTube mulai 28 Maret 2026. Simak aturan lengkap PP Tunas di sini!
TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memperkuat kolaborasi melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026 guna mendorong aktivitas ekonomi selama bulan suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved