Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Administrasi Trump Raup Rp157 Triliun dari Kesepakatan TikTok AS, Pengamat Soroti "Fee Transaksi" yang tak Lazim

Thalatie K Yani
15/3/2026 10:54
Administrasi Trump Raup Rp157 Triliun dari Kesepakatan TikTok AS, Pengamat Soroti
Ilustrasi(freepik)

PEMERINTAHAN Donald Trump dilaporkan akan menerima pembayaran sebesar US$10 miliar (sekitar Rp157 triliun) dari kelompok investor sebagai bagian dari kesepakatan untuk menciptakan versi TikTok yang dikendalikan oleh Amerika Serikat.

Menurut laporan yang pertama kali diterbitkan Wall Street Journal, dana sebesar US$10 miliar tersebut dianggap oleh pemerintah AS sebagai semacam "biaya transaksi" atau transaction fee. Dana ini dibayarkan oleh para investor yang memiliki hubungan baik dengan administrasi Trump, setelah mereka mengambil alih operasional TikTok di AS dari perusahaan induknya asal China, ByteDance.

Keterlibatan Investor Raksasa

Kelompok investor yang kini mengendalikan aplikasi media sosial populer tersebut mencakup raksasa perangkat lunak Oracle, firma investasi asal Uni Emirat Arab MGX, serta perusahaan ekuitas swasta Silver Lake.

Para pendukung kesepakatan ini dilaporkan telah menyetorkan US$2,5 miliar ke kas negara AS saat kesepakatan ditutup pada Januari lalu. Mereka dijadwalkan akan melakukan pembayaran lanjutan dalam pengaturan yang tidak biasa ini hingga totalnya mencapai angka US$10 miliar.

Pangeran Donald Trump sebelumnya telah mengisyaratkan adanya kompensasi besar bagi pemerintah atas perannya memfasilitasi kesepakatan ini.

"AS akan mendapatkan biaya yang sangat besar, saya menyebutnya biaya tambahan (fee-plus), hanya karena telah merealisasikan kesepakatan ini, dan saya tidak ingin membuang hal itu begitu saja," ujar Trump saat menandatangani perintah eksekutif persetujuan kesepakatan tersebut.

Ia menambahkan bahwa dengan kesepakatan ini, TikTok akan sepenuhnya dioperasikan oleh pihak Amerika. "Ini dimiliki oleh orang-orang Amerika, dan orang-orang Amerika yang sangat canggih. Ini akan dioperasikan oleh Amerika sepenuhnya," tegas Trump.

Angka yang Menimbulkan Pertanyaan

Keterlibatan pemerintah dalam mengambil biaya transaksi dari kesepakatan antar perusahaan swasta merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Nilai US$10 miliar ini jauh melampaui standar biaya jasa bankir investasi yang biasanya hanya berkisar 1%.

JD Vance sempat menyebut bahwa nilai TikTok versi AS diperkirakan mencapai US$14 miliar. Jika angka tersebut akurat, maka biaya yang diambil oleh pemerintah mencapai hampir 70% dari total nilai kesepakatan. Di bawah perjanjian ini, TikTok tetap dapat beroperasi penuh di AS, meskipun para investor tetap harus berbagi keuntungan dengan ByteDance.

Kontroversi Keterlibatan Sektor Swasta

Langkah ini menambah daftar panjang keterlibatan tidak biasa administrasi Trump dalam sektor swasta. Sebelumnya, pemerintah juga dilaporkan mengambil saham di perusahaan seperti Intel dan USA Rare Earth.

Bahkan, laporan dari The Atlantic pada hari Sabtu menyebutkan adanya praktik komersialisasi akses komunikasi, di mana nomor telepon pribadi Trump dilaporkan dijual kepada para CEO dan investor kripto. Sebagai imbalan atas investasi tertentu, para pemodal bahkan ditawari "akses langsung yang terjamin" kepada presiden.

Hingga saat ini, kesepakatan TikTok tetap menjadi sorotan utama karena dianggap mencampurkan kepentingan keamanan nasional dengan praktik transaksi bisnis pemerintah yang kontroversial. (The Guardian/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya