Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TUMPUKAN sampah kembali menggunung di belakang Pasar Agung RT 009/RW 02 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
PEMERINTAH akan memeriksa ada atau tidaknya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada ratusan kontainer sampah impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Jika mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), perusahaan yang mengimpor harus memulangkannya ke negara asal.
Dua perusahaan pengimpor sampah yang diduga terkontaminasi limbah B3 berlokasi di Tangerang, Banten.
Proses pembersihan Kali Jambe melibatkan 100 personel gabungan dari DLH, Dinas PUPR, Kecamatan Tambun Selatan, Koramil, serta warga sekitar.
Pemerintah Indonesia bahkan membawa isu sampah ilegal atau yang dilabeli keliru sebagai bisa didaur ulang namun nyatanya tidak dalam pertemuan di tingkat ASEAN Agustus lalu.
Dirjen Bea dan Cukai masih menunggu konfirmasi dari pihak Pelabuhan Tanjung Priok mengenai asal negara pengekspor limbah tersebut.
Pengangkutan sampah tidak dapat dilakukan sekaligus. Aktivitas masyarakat di sekitar kali menjadi salah satu hambatan petugas melakukan pengangkutan.
"Dalam komunikasi-komunikasi yang sudah ada di waktu-waktu yang lalu juga secara tidak langsung sudah disampaikan imbauan untuk juga memerhatikan masalah itu."
Urusan sampah bukan hanya milik KLHK, kementerian lain harus bersama-sama turun tangan terutama Kementerian Luar Negeri untuk bisa menginisiasi diplomasi sampah
Dinas Lingkungan Hidup DKI memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas menjaga kebersihan badan air.
Pembersihan dilakukan oleh petugas gabungan dari unsur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Kecamatan Tambun Selatan, Desa Mangunjaya dan warga setempat
Uthie mengaku terpaksa selalu menutup rapat pintu rumah agar bau busuk tersebut tidak masuk ke dalam rumah.
Kali Jambe tertutup sampah hingga 500 meter dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter.
Indonesia seharusnya mengikuti jejak Malaysia dan Filipina yang secara tegas dan bulat menolak kedatangan sampah dari negara-negara kaya.
Ada 145 kontainer yang ditemukan sejak Juni 2019 dan akan dikembalikan ke 13 negara asalnya
BANYAK orang bertanya kenapa tempat sampah di Jepang Sedikit. Salah satu alasan utama tempat sampah sedikit di Jepang karena reaksi terhadap serangan teroris oleh kultus kiamat pada 1990-an.
Di Karawang, limbah berbahaya dari sampah impor dibuang ke sungai. Di Mojokerto, asap pembakaran sampah itu mencemari udara.
Seribu lebih kontainer sampah impor yang mengandung limbah berbahaya dan beracun teronggok di pelabuhan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved