Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SERIUS mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Klungkung, Bali, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melakukan penandatanganan kerja sama Pengembangan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Peningkatan Pemanfaatan Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan Indonesia Power pada Rabu (27/3) di Aula Talaga Sampireun, Jakarta.
Program kerja sama tersebut merupakah langkah tindak lanjut Bupati Suwirta dalam menyukseskan program TOSS.
Bupati Klungkung menjelaskan, penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan program TOSS di Kabupaten Klungkung, karena TOSS masih membutuhkan banyak alat dan sistem yang perlu dibentuk, sehingga ke depan bisa berjalan dengan baik.
"Penandatanganan kerja sama tersebut bertujuan untuk membangun sistem yang baik terkait TOSS, yakni dengan menentukan harga pelet, harga listrik, lalu sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam program TOSS. Ini baru langkah awal dengan adanya kesepakatan, selanjutnya kami akan buat perjanjian-perjanjian dan dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," ungkap Bupati Suwirta dalam keterangannya.
"Saya juga tidak ingin diskusi yang terlalu lama terkait soal sistem tersebut, karena saya ingin kita langsung melakukan eksekusi dalam program TOSS ini, sehingga sampah bisa teratasi di Kabupaten Klungkung. TOSS ini memiliki keunggulan yaitu tidak perlu memilah sampah dan waktu pengolahannya juga sangat singkat, selama satu minggu sudah menghasilkan pelet dan yang paling penting adalah dengan program TOSS ini ada peluang ekonomi," tambahnya.
Sebagai langkah serius lainnya, Bupati Suwirta juga sudah menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk dijadikan TOSS Center.
Baca juga: Wakil Bupati Purwakarta Kampanyekan Antigolput
"Kami juga bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan program TOSS yang bekerja sama dengan PT Indonesia Power dan kami juga telah membuat program 100 TOSS desa," papar Suwirta.
Ia pun berharap ke depannya tidak ada lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Klungkung dengan program TOSS tersebut. Selain itu, persoalan sampah juga bisa terselesaikan dengan baik.
"Saya berharap agar BUMDes terus berinovasi serta bisnis yang dijalankan dapat menghasilkan suatu produk dan meningkatkan perekonomian berbasis kerakyatan," kata Suwirta berharap.
Sementara itu, Direktur Utama PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani, mengungkapkan, kerja sama itu untuk mengembangkan lebih lanjut mengenai inovasi dari implementasi TOSS dan memastikan bahwa TOSS mampu untuk menjadi mandiri, karena ini terkait dengan program tanggung jawab sosial perusahaannya (CSR).
"Ke depannya kami harus mencapai titik binaan menjadi mampu mandiri, karena tujuan kami memang harus ada inovasi agar TOSS ini menjadi efektif. Kami juga harus menjawab peluang yang diminta PLN untuk menyediakan pasokan listrik dalam jumlah besar," kata Inten.
"Kami juga sudah menyiapkan mesin untuk TOSS dan Pemda Klungkung juga sudah menyiapkan lahan untuk kesuksesan program ini, karena Bupati Klungkung berjiwa entrepreneur sehingga Bupati Klungkung juga sedang mengemas dengan satu program yang bekerja sama dengan BUMDes dan itu sangat bagus. Kami berharap dengan TOSS ini bisa mengelola lingkungan hidup, efektif dan menuju kemandirian masyarakat tentunya terkait peningkatan perekonomian," pungkasnya. (RO/OL-1)
Melampaui sidak terminal, inilah 5 kebijakan radikal Menteri LH Hanif Faisol untuk tuntaskan krisis sampah nasional melalui sistem MRF dan Gakkum.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk mengurangi timbulan sampah selama perjalanan.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama periode mudik bisa mencapai sekitar 71.960 ton.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kongsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved