Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Capital Economics mencurigai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan dikisaran 5% di saat pelemahan terjadi di banyak negara.
Melemahnya pertumbuhan ekonomi global tidak saja bersumber dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, melainkan masih terpuruknya perekonomian Jepang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 sebesar 5,02%. Tidak terlalu menggembirakan, tetapi masih lebih baik daripada negara-negara lain.
Pertumbuhan ekonomi kuartal III ini menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,2% hampir mustahil dicapai. Bahkan sulit mencapai 5,1%
Di periode kedua, Presiden Joko Widodo meminta penguatan UMKM dan ekonomi rakyat karena pada 2018, kontribusi UMKM terhadap PDB baru 60%
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 sebesar 5,02% year on year (yoy). Bila dilihat per kuartal (quarter to quarter/qtq), pertumbuhan tumbuh sebesar 3,06%
Febrio Kacaribu menyebutkan sistem penaikan upah minimum provinsi (UMP) yang dilakukan tiap tahun dapat menjadi bumerang pada industri manufaktur.
Ancaman kenaikan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di perbankan dapat teratasi selama stabilitas pertumbuhan ekonomi terjaga.
Indonesia berpeluang untuk terus tumbuh di tengah resesi global dengan memanfaatkan pasar domestik yang sangat potensial.
Konsekuensinya, secara kumulatif, Indonesia masih mencatat defisit sebesar US$1,94 miliar sepanjang enam bulan pertama 2019.
Perry optimistis pertumbuhan perkonomian Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara lain. Hal itu dikarenakan nilai tukar rupiah yang disebutnya tetap stabil berada dikisaran Rp14.000.
Pakar ekonomi Chatib Basri yang memprediksi hal itu juga menilai bahwa Indonesia terbukti mampu melewati sejumlah krisis global dengan baik.
Pertumbuhan UKM yang pesat tidak dibarengi dengan tumbuhnya ekspor produk UKM itu sendiri sehingga menimbulkan kemacetan.
Paradoks perekonomian Indonesia lima tahun terakhir harus jadi catatan khususnya di Kementerian Keuangan dalam mengambil kebijakan lima tahun ke depan.
Pemerintah harus bisa menjaga daya beli masyarakat terutama yang berada di kalangan menengah ke bawah.
Pelambatan ekonomi Tanah Air akibat situasi ekonomi global membutuhkan menteri-menteri baru yang cepat mengambil keputusan strategis. Bukan menteri yang baru belajar.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tidak jatuh, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat.
"Pertumbuhan 5% tidak cukup dan akan membawa negara ini ke persoalan besar: menumpuknya pengangguran, meningkatnya kemiskinan, dan melebarnya jurang ketimpangan," ungkap Piter
Faktor global turut berandil besar dalam pelemahan ekonomi, tidak hanya di Tanah Air, tapi di berbagai negara di seluruh Bumi
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved