Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN perekonomian global belakangan terus diprediksi menurun hingga 3,0%. Pertumbuhan yang melemah dan melambat ini memberikan dampak serupa kepada perekonomian di tiap negara.
Melemahnya pertumbuhan ekonomi global tidak saja bersumber dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, melainkan masih terpuruknya perekonomian Jepang, Brexit yang belum menemui titik terang, hingga berbagai peristiwa di Eropa yang belum pasti.
Mau tidak mau, Indonesia akan merasakan dampak dari gejolak global. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan, imbas pelemahan global berdampak pada tiga hal.
Pertama yakni melalui aliran modal yang masuk ke Indonesia dalam bentuk portofolio. Menurutnya, bukan kali ini saja penurunan portofolio ke Indonesia terjadi. Krisis dunia pada 2008 dan paper tantrum di 2013 menjadi salah satu buktinya.
"Tugas kita adalah bagaimana kalau dia sudah masuk, dia bisa nyaman di Indonesia," kata Suahasil dalam pidatonya di acara Indonesia Banking Expo (IBEX), Jakarta, Rabu (6/11).
Imbas selanjutnya, kata Suahasil yakni mengenai iklim investasi, ketersediaan infrastruktur regulasi dan iklim dunia usaha yang sedikit berubah lantaran pelemahan ekonomi global.
Hal itu, lanjutnya, harus dicermati dan diperbaiki untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang terbilang masih lebih baik ketimbang negara lain di tengah kondisi global saat ini.
Hal lainnya ialah tingkat perdagangan yang menurun. "Kalau pertumbuhan dunia menurun, maka permintaan ekspor dari Indonesia juga akan menurun. Ini yang kita lihat dalam beberapa triwulan terakhir, yaitu ekspor kita tertekan. Data yang kemarin dikeluarkan BPS praktis nol persen, artinya flat," tutur Suahasil.
"Tiga jalur itu yang kita perhatikan sangat serius. Bagaimana dampaknya pada perekonomian domestik, dan kalau kita lihat, dampak tersebut salah satunya kemarin, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga oleh BPS, itu meskipun tumbuh 5,02% itu lebih rendah dibanding quarter sebelumnya," ucap Suahasil.
"Ini kita mengerti sebagai dampak dari kondisi global, kita secara kontinyu berusaha memberikan support yang baik untuk supaya perekonomian bisa kita jaga momentum pertumbuhannya," sambung Suahasil.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional itu pemerintah terus menggunakan APBN sebagai alat untuk mengantisipasi potensi pelemahan.
"Konstruksi dari APBN kita adalah bersifat countercyclical, sekarang menunjukkan pelemahan global, maka APBN harus memberikan support," ujar Suahasil. (OL-09)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved