Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebut pelambatan pertumbuhan ekonomi kuartal tiga sesuai prediksi. Sebelumnya, kata Piter, CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,01%.
Artinya, pertumbuhan 5,02 (yoy) pada kuartal III 2019 masih lebih baik dari prediksi pada umumnya.
Namun, hal ini tetap menjadi peringatan bagi pemerintah.
"Pertumbuhan ekonomi kuartal III ini menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,2% hampir mustahil dicapai. Bahkan sulit mencapai 5,1%" ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (5/10).
Baca juga: Pelabuhan Calang Pusat Konektivitas Laut Aceh-Teluk Bengal
Menurutnya, pelambatan ini terutama disebabkan menurunnya pertumbuhan konsumsi dan investasi. "Sementara ekspor masih buruk walaupun sudah tidak lagi negatif. Artinya untuk tahun 2020 pemerintah harus sidah ancang-ancang dengan rencana terobosan guna mendorong konsumsi dan juga investasi," imbuhnya.
Sementara itu, ekonom dariInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut pertumbuhan ekonomi yang rendah di 5,02% menunjukkan adanya perlambatan ekonomi dibandingkan kuartal III 2018 yakni 5,17%.
"Artinya indikator ekonomi mulai kehabisan energi," ujarnya.
Menurut Bhima, di kuartal IV tekanan resesi global dan perang dagang akan semakin besar sehingga berpotensi menurunkan laju ekspor dan investasi.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah diimbau untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5%.
"Jadi PR utamanya menjaga momentum pertumbuhan tetap di atas 5%," katanya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik telah merilis data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal III 2019 pada hari ini (5/10). Dalam data tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% (yoy), 3,06% (qtq), 5,04% (ctc). (OL-8)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved