Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Dua laporan mengungkap emisi bahan bakar fosil mencapai rekor tertinggi, sementara komitmen negara-negara dunia dinilai belum cukup cegah pemanasan global ekstrem hingga 2,6°C.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Penelitian terbaru mengungkap Antartika mengalami perubahan drastis pada lapisan es, lautan, dan ekosistemnya.
Peneliti Universitas Queensland memperingatkan Great Barrier Reef akan mengalami penurunan terumbu karang yang cepat sebelum 2050 akibat pemanasan global.
UNEP memperingatkan Bumi akan melewati batas pemanasan 1,5°C dalam dekade ini jika emisi tidak ditekan 55% pada 2035. Laporan ini dirilis jelang KTT Iklim COP30 di Brasil.
Peneliti menemukan glasier Hektoria di Antartika menyusut hampir 50% hanya dalam dua bulan.
Dengan menggunakan data reanalisis ERA5-Land dari tahun 1950 hingga 2022, tim peneliti menganalisis tren jangka panjang, sensitivitas suhu, dan faktor pendorong di balik hujan ekstrem
Penelitian terbaru mengungkap gletser sementara mendinginkan udara sekitarnya, namun efek ini akan puncak dalam dua dekade ke depan.
WMO laporkan kadar CO2 global capai rekor tertinggi pada 2024. Lonjakan emisi ini mempercepat pemanasan bumi dan ancam keseimbangan iklim dunia.
Penelitian terbaru memprediksi hampir tiga perempat wilayah rawan kekeringan di dunia akan menghadapi krisis air ekstrem sebelum akhir abad ini.
Peneliti ungkap gletser di seluruh dunia kehilangan kemampuan “pendinginan diri” dalam dekade mendatang.
Laporan ilmiah terbaru menyebut Bumi telah mencapai titik kritis pertama dalam krisis iklim, yakni kematian massal terumbu karang.
Pemanasan global membuat suhu Bumi melonjak dan es kutub mencair. Mungkinkah justru fenomena ini menunda datangnya zaman es berikutnya di masa depan?
Penelitian dari Case Western Reserve University mengungkap katak pohon abu-abu bersiap menghadapi musim dingin berdasarkan panjang siang, bukan suhu.
Penelitian NASA ungkap Bumi memantulkan lebih sedikit cahaya sejak 2001. Belahan utara lebih cepat gelap, tanda energi matahari makin banyak terserap.
Penelitian di jurnal JAMA mengungkap inhaler dosis terukur untuk asma dan PPOK menyumbang emisi gas rumah kaca signifikan akibat kandungan hidrofluoroalkana (HFA).
Peneliti menemukan mikroba purba yang kembali aktif setelah ribuan tahun terperangkap di tanah beku Alaska.
Penelitian terbaru ungkap arus subpolar Atlantik Utara mendekati titik kritis. Dampaknya bisa picu cuaca ekstrem dan ganggu iklim global.
Fosil penguin raksasa dari Aotearoa berusia tiga juta tahun mengungkap rahasia habitat laut hangat yang pernah mereka huni.
Sungai di Pegunungan Brooks, Alaska, berubah menjadi oranye pekat akibat pemanasan global.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved