Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KPK telah menetapkan Wali Kota Medan periode 2014-2015 dan 2016-2021 Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka dugaan penerimaan suap terkait proyek.
OTT ini berawal dari informasi adanya permintaan uang dari Dzulmi untuk menutupi ekses perjalanan Dinas Wali Kota bersama jajaran Pemerintah Kota Medan ke Jepang.
Uang suap itu diduga berasal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Medan Isa Ansyari yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Namun, kemudian entah apa kaitannya dengan OTT KPK terhadap Eldin, arah pembicaraan dia malah mengenai proposal bantuan dana masyarakat kepada pejabat Pemkot.
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengaku tidak tahu menahu kasus yang menimpa Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin yang tertangkap KPK dalam OTT Selasa (15/10) malam.
Pascapenangkapan, jajaran pemerintahan Kota Medan menggelar rapat tertutup, Rabu (16/10). Kabag Humas Pemkot Medan Arrahman Pane mengatakan rapat tersebut mendadak.
Politikus Partai Golkar yang tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 12.00 WIB itu tak bicara sedikit pun ketika ditanyai awak media seputar OTT yang menjeratnya.
Pejabat yang diamankan dalam operasi tersebut salah satunya ialah Kepala BPJN Wilayah XII Kemen PU-Pera Refly Ruddy Tangkere.
Dzulmi yang memakai kemeja putih dibalut jaket hitam tidak berkomentar apa pun saat ditanya awak media soal kasus yang menjeratnya tersebut.
Selaku Mendagri, Tjahjo selalu mengingatkan kepala daerah untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku dan menjauhi pelanggaran hukum.
"Uang yang diamankan lebih dari Rp200 juta. Diduga praktik setoran dari dinas-dinas-dinas yang sudah berlangsung beberapa kali."
Tujuh orang ditangkap dalam operasi senyap tersebut, salah satunya Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.
Bupati Indramayu Supendi diringkus penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan terkait dengan kasus dugaan suap proyek di dinas pekerjaan umum.
Lanjut Uu, pengganti sementara Supendi yaitu Taufik Hidayat harus siap memimpin roda pemerintahan di Indramayu.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Indramayu Supendi dalam operasi tangkap tangan pada Senin (14/10).
Tjahjo mengaku telah mengingatkan kepada para kepala daerah agar selalu cermat dan berhati-hati dalam menjalankan tugas dan pekerjaan.
KPK total telah menetapkan enam orang tersangka kasus suap terkait dengan proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.
Agung ditangkap di rumah dinasnya, Minggu (6/10), karena diduga menerima suap terkait proyek yang tengah dijalankan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara
Selain Bupati Lampung Utara, KPK juga mengamankan empat orang lainnya bersama sejumlah barang bukti di antaranya uang yang masih dihitung jumlahnya.
Hingga malam ini terlihat kompleks rumah dinas yang ditempati Bupati itu dijaga ketat sehingga awak media tidak bisa masuk ke dalam kompleks rumah tersebut.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved