Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga minyak mentah telah naik dalam dua minggu terakhir ketika beberapa negara melonggarkan pembatasan virus korona untuk memungkinkan pabrik dan toko dibuka kembali.
OPEC dan sekutu-sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, pada April memutuskan untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) untuk Mei dan Juni.
Arab Saudi mengatakan pada Senin (11/5) akan menambah pemotongan yang ada dengan mengurangi produksi lagi satu juta barel per hari bulan depan.
Kedua patokan minyak telah meningkat tajam minggu ini karena negara-negara telah mengurangi kuncian terkait virus korona dan permintaan bahan bakar telah rebound moderat.
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun tipis US$0,57 menjadi menetap pada US$23,99 per barel di New York Mercantile Exchange.
Azerbaijan adalah negara kaya minyak bumi di wilayah Kaukasus Selatan yang menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah untuk Indonesia selama 13 tahun terakhir.
"Pasar terus mempertimbangkan gagasan bahwa segalanya membaik," Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.
PRESIDEN Joko Widodo bisa mencegah ekonomi lumpuh akibat pandemi Covid-19. Jika segera menurunkan harga bahan bakar solar guna mendongkrak kinerja sektor industri, transportasi dan UMKM.
PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), selama Kuartal I-2020 meraih laba 169 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun (kurs Rp15.500 per dolar AS).
Pasar didukung oleh harapan permintaan akan pulih setelah beberapa otoritas mengumumkan pelonggaran pembatasan terkait virus korona.
BURSA Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) resmi memperdagangkan kontrak berjangka minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) pertama di Asia Tenggara dimulai 27 April 2020.
SKK Migas menekankan selain pelemahan harga minyak dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah juga mengancam penerimaan negara.
Harga minyak dunia yang anjlok USD20 per barel, diprediksi akan merangkak naik dikisaran USD30 per barel dalam waktu tiga bulan ke depan, asal kondisi pandemic covid-19 segera berakhir.
Indonesia dinilai sulit memanfaatkan penurunan harga minyak, lantaran tidak memiliki kapasitas penyimpanan yang besar.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,05% pada 100,39 pada akhir perdagangan.
Langkah pemangkasan mendukung rebound harga minyak, yang melemah akibat anjloknya permintaan.
Selain itu, kondisi pasar dinilai mulai stabil dan sebagain besar mata uang safe-haven masih mendukung.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik US$2,21 atau 19,1%, menjadi menetap di US$13,78 per barel di New York Mercantile Exchange.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa penurunan harga minyak dunia justru akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Itu dengan catatan jika harga minyak terus merosot dan ICP menjadi US$ 30,9 per barel dalam rata-rata setahun.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved