Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga minyak cenderung menguat setelah OPEC+ menjalankan komitmen untuk tidak menaikan banyak produksi minyak serta pengurangan 1 juta barel/ hari oleh Arab Saudi.
Kenaikan itu merupakan buntut dari pertemuan negara-negara pengekspor minyak bumi dan sekutu atau OPEC Plus.
Harga minyak naik melewati US$ 54 per barel dengan bantuan dari dolar yang jatuh setelah melonjak paling tajam dalam tiga minggu di tengah optimisme atas prospek permintaan.
Minyak mentah berjangka turun 0,4% menjadi 333,8 yuan per barel di Shanghai International Energy Exchange setelah naik 0,8% minggu lalu.
Kenaikan harga tersebut tak lepas dari proyeksi geliat ekonomi global setelah disetujuinya vaksinasi massal covid-19 di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
Pergerakan itu mewarnai jelang pertemuan OPEC dan produsen sekutu untuk membahas produksi minyak global. Tahun ini permintaan minyak mentah diprediksi mencapai 95 juta bph.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot 1,35 dolar AS atau 2,6 persen, menjadi ditutup pada 50,91 dolar AS per barel.
Indeks harga minyak global naik 2,8% menjadi US$50,25 per barel, melanjutkan rebound selama berbulan-bulan.
PT Medco Energi International Tbk berharap ekonomi akan kembali pulih (rebound) di 2021 seiring dengan mulai datang dan berjalannya vaksinasi covid-19
Medco Energi berharap ekonomi akan bisa pulih kembali (rebound) pada 2021 seiring dengan mulai datang dan berjalannya vaksinasi covid-19 untuk menahan laju penularan virus.
Kita tidak ingin, penyelenggaraan IOG 2020 menjadi perhelatan wacana apalagi pencitraan semata. Indonesia ingin agar produksi minyak benar-benar meningkat, dan semua pihak bekerja.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari, terangkat 1,10 dolar AS atau 2,45% menjadi menetap di 46,06 dolar AS per barel.
HARGA minyak turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah naik tiga hari berturut-turut, tertekan oleh lonjakan kasus virus korona yang menghambat ekonomi global.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 1,21 dolar AS atau 2,9%, menjadi menetap pada 43,61 dolar AS per barel.
Harga minyak dunia naik menuju US$38 per barel. Minyak mentah berjangka di New York naik 2,2% dan spot emas naik 0,1% di tengah kenaikan saham Asia.
Lonjakan kasus covid-19 di berbagai negara juga berdampak pada pelemahan harga minyak dunia. Sejumlah indeks menunjukkan harga minyak berkisar US$38 per barel.
Secara keseluruhan, Exxon (XOM) berencana untuk mengurangi tenaga kerja kontraktor dan karyawannya lebih dari 14.000 orang pada akhir 2022.
Harga minyak dunia memperpanjang penurunannya karena prospek permintaan yang memburuk seiring dengan rencana Libya untuk menggandakan produksi minyak mentah mereka.
Perkembangan covid-9 membuat para pelaku pasar kembali memperhitungkan permintaan minyak global.
HARGA minyak dunia turun dua persen pada Jumat (2/10). Penurunan harga minyak semakin cepat setelah Presiden AS mengumumkan bahwa ia dan ibu negara AS tertular virus corona,
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved