Rabu 09 Juni 2021, 07:11 WIB

Harga Minyak Tertinggi Dalam 2 Tahun Terakhir

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Minyak Tertinggi Dalam 2 Tahun Terakhir

Antara
Ilustrasi

 

HARGA minyak naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (9/6), menetap di level tertinggi dalam lebih dari dua tahun setelah diplomat tinggi AS mengatakan bahwa sekalipun Amerika Serikat mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran, ratusan sanksi AS terhadap Teheran akan tetap berlaku.

Itu bisa berarti pasokan minyak Iran tambahan tidak akan segera diperkenalkan kembali ke pasar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat 73 sen atau 1,0 persen, menjadi ditutup pada 72,22 dolar AS per barel, tertinggi sejak Mei 2019. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 82 sen atau 1,2 persen, menjadi menetap di 70,05 dolar AS per barel, tertinggi sejak Oktober 2018.

"Saya akan mengantisipasi bahwa sekalipun terjadi kembalinya kepatuhan terhadap JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Gabungan 2015), ratusan sanksi akan tetap berlaku, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Trump," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

"Blinken melihat realitas situasi dan mengatakan bahkan jika kita mendapatkan kesepakatan, masih ada jalan panjang," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. "Semua orang yang mengharapkan banjir minyak akan kecewa."

Amerika Serikat mengatakan kepada Iran pada Selasa (8/6/2021) bahwa mereka harus membiarkan badan atom PBB terus memantau kegiatannya, sebagaimana tercantum dalam perjanjian yang telah diperpanjang hingga 24 Juni, atau menempatkan pembicaraan yang lebih luas tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran dalam bahaya.

Hambatan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran tetap menjelang pembicaraan yang akan dilanjutkan minggu ini antara Teheran dan kekuatan dunia, empat diplomat, dua pejabat Iran dan dua analis mengatakan kepada Reuters.

Minyak berjangka juga tertekan oleh data yang menunjukkan impor minyak mentah China anjlok 14,6 persen pada Mei dari setahun sebelumnya.

Harga minyak mentah telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Brent naik hampir 40 persen tahun ini dan WTI bahkan lebih tinggi karena ekspektasi permintaan kembali saat beberapa negara memvaksinasi penduduk mereka terhadap pandemi COVID-19.

Pengekangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya juga telah menopang harga.

Produksi minyak mentah AS diperkirakan turun 230.000 barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 11,08 juta barel per hari, kata Badan Informasi Energi AS (EIA), penurunan yang lebih kecil dari perkiraan bulan lalu.

Persediaan minyak mentah AS turun 2,1 juta barel pekan lalu, dua sumber pasar mengatakan setelah penyelesaian perdagangan, mengutip angka American Petroleum Institute. Persediaan bensin naik 2 juta barel dan stok sulingan naik 3,8 juta barel.

"Lingkungan fundamental di pasar minyak tetap menguntungkan: permintaan bahan bakar pulih dengan kuat tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Eropa setelah pencabutan pembatasan (sebagian)," kata Commerzbank.

Beberapa masih mempertanyakan lintasan pemulihan permintaan. Misalnya, beberapa orang meragukan Inggris, salah satu negara yang paling banyak divaksinasi di dunia, akan mencabut semua pembatasan seperti yang direncanakan sebelumnya pada 21 Juni. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Wall Street Dibuka Variatif Sikapi Pelemahan Sektor Keuangan-Energ

Baca Juga

Dok.Aquaproof

Cairan Betonmix Bikin Beton Semakin Kuat dan Anti-Keropos

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 24 Juni 2021, 00:26 WIB
Selain semen, air, pasir, kerikil; adukan beton juga dapat ditambahkan Betonmix atau umumnya lebih dikenal dengan sebutan obat...
Antara

Tujuh Harga Komoditas Pokok Alami Kenaikan Pesat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 00:15 WIB
Harga daging mengalami kenaikan yang paling ekstrem dengan kenaikan dari bulan April ke Mei 2021 yang naik sekitar tujuh...
Kemenko Marves

Luhut Resmikan Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Perdana di RI

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 22:37 WIB
Pada 2030, pemerintah menargetkan dapat memproduksi 600.000 unit kendaraan listrik roda empat dan 2,45 juta roda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya