Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak naik pada penutupan perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (2/6)), dengan jenis Brent sempat menembus 71 dolar per barel atau diperdagangkan pada level tertinggi sejak Maret 2020, di tengah ekspektasi peningkatan permintaan bahan bakar selama musim panas di Amerika Serikat dan saat OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 93 sen atau 1,3 persen, menjadi menetap di 70,25 dolar AS per barel setelah mencapai 71 dolar AS di awal sesi - harga intra-day tertinggi sejak 8 Maret 2020.
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli, naik 1,40 dolar AS atau 2,1 persen menjadi menetap di 67,72 dolar AS per barel.
Perusahaan jasa pelacakan GasBuddy mengatakan permintaan bensin AS pada Minggu (30/5/2021), bertepatan dengan akhir pekan Memorial Day, melonjak 9,6 persen di atas rata-rata empat hari Minggu sebelumnya. Itu adalah permintaan hari Minggu tertinggi sejak musim panas 2019.
Stok minyak mentah AS diperkirakan turun 2,1 juta barel pekan lalu, menurut jajak pendapat awal Reuters.
Harga minyak juga didorong oleh data China yang menunjukkan bahwa aktivitas pabrik negara itu tumbuh pada laju tercepat tahun ini pada Mei.
Namun, keuntungan dibatasi oleh ekspektasi bahwa lebih banyak produksi akan mencapai pasar.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, juga sepakat untuk melanjutkan pelonggaran pembatasan pasokan secara perlahan dalam pertemuan mereka pada Selasa (1/6/2021), sumber OPEC mengatakan, saat para produsen menyeimbangkan pemulihan permintaan yang diharapkan terhadap kemungkinan peningkatan pasokan dari di Iran.
"Kesepakatan dengan Iran sangat berubah-ubah tentang apakah negara itu akan melakukan atau tidak, yang membuat pasar tegang," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.
OPEC+ memutuskan pada April untuk mengembalikan 2,1 juta barel per hari (bph) pasokan ke pasar dari Mei hingga Juli, mengantisipasi meningkatnya permintaan global meskipun jumlah kasus virus corona di India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, sangat tinggi.
"Kecuali kecurangan yang meluas berkembang atau peningkatan baru dalam kasus virus corona global berkembang, resep sukses OPEC saat ini tampaknya mewakili rencana yang layak," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Harga Emas Turun Tipis Terdampak Kabar Positif Ekonomi
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Amerika Serikat konfirmasi 3 anggota militer tewas dan 5 luka-luka akibat operasi terhadap Iran. USS Abraham Lincoln aman meski misil diluncurkan.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan ke Teheran. Media Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Serangan AS-Israel ke Iran memicu ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur vital perdagangan energi dunia ini mengalirkan 20 juta barel minyak per hari.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Donald Trump mengonfirmasi komunikasi dengan Nicolás Maduro saat AS meningkatkan tekanan militer terhadap Venezuela.
Pada Juli, negara-negara OPEC+ mencatatkan peningkatan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari.
Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi dan OPEC menurunkan harga minyak untuk membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Harga minyak mentah dunia merupakan indikator penting dalam ekonomi global. Fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung pada berbagai sektor.
Harga minyak mencapai level tertinggi baru dalam lima bulan pada Rabu (3/4). Emas meluncur ke puncak sepanjang masa di US$2,230.15 per ons sebelum turun sedikit.
Harga minyak hari ini diprediksi mengalami kenaikan. Meski terjadi koreksi harga minyak sesekali, tetapi tren umumnya menunjukkan kecenderungan naik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved