Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak WTI naik +1,9% ke level US$82,6 pada perdagangan hari Senin (18/3) malam, menandai level tertingginya dalam 4 bulan terakhir atau sejak 3 November 2023.
Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani memandang potensi peningkatan permintaan, serta turunnya ekspor minyak dari negara-negara produsen besar, berpotensi mendorong harga minyak untuk bergerak lebih tinggi.
"Hal ini dapat menguntungkan emiten produsen migas seperti Medco Energi Internasional (MEDC) dan Energi Mega Persada (ENRG) dari terjaganya harga jual rata-rata," kata Hendriko, Selasa (19/3).
Baca juga : OPEC+ Naikkan Produksi Minyak secara Moderat meskipun Ditekan Barat
Selain itu, stabilnya harga minyak di level yang cukup tinggi akan mendorong produsen meningkatkan investasi di sektor hulu migas. Hal ini akan menguntungkan emiten jasa migas seperti Elnusa (ELSA), Wintermar Offshore Marine (WINS), dan Logindo Samudramakmur (LEAD) dari peningkatan orderbook dan rata-rata harga jual.
Dari sisi supply, Irak sebagai produsen kedua terbesar OPEC mengatakan akan mengurangi ekspor minyak sebanyak 3,3 juta barel per hari (bpd) dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengkompensasi kelebihan produksi dari kuota yang ditetapkan oleh OPEC+ pada Januari 2024.
Sementara itu, Arab Saudi, yang merupakan produsen terbesar OPEC, mencatatkan penurunan ekspor pada Januari 2024, menandai penurunan dalam dua bulan beruntun.
Di sisi lain, permintaan dari Tiongkok dan AS menunjukan tanda-tanda pertumbuhan. Ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi, serta rilis data output pabrik dan penjualan ritel Tiongkok pada periode Januari - Februari 2024 yang melampaui ekspektasi, berpotensi mendorong permintaan minyak mentah lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. (Z-3)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Donald Trump mengonfirmasi komunikasi dengan Nicolás Maduro saat AS meningkatkan tekanan militer terhadap Venezuela.
Pada Juli, negara-negara OPEC+ mencatatkan peningkatan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari.
Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi dan OPEC menurunkan harga minyak untuk membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Harga minyak mentah dunia merupakan indikator penting dalam ekonomi global. Fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung pada berbagai sektor.
Harga minyak mencapai level tertinggi baru dalam lima bulan pada Rabu (3/4). Emas meluncur ke puncak sepanjang masa di US$2,230.15 per ons sebelum turun sedikit.
Harga minyak hari ini diprediksi mengalami kenaikan. Meski terjadi koreksi harga minyak sesekali, tetapi tren umumnya menunjukkan kecenderungan naik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved