Kamis 31 Maret 2022, 20:28 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak secara Moderat meskipun Ditekan Barat

Mediaindonesia.com | Ekonomi
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak secara Moderat meskipun Ditekan Barat

AFP/Paul Ratje.
Infrastruktur minyak dan gas lain pada 24 April 2020 di dekat Odessa, Texas.

 

KELOMPOK negara produsen minyak OPEC dan sekutunya yang dipimpin Rusia menyepakati peningkatan produksi minyak secara moderat pada Kamis (31/3). Ini berarti kelompok itu mengabaikan tekanan Barat untuk secara signifikan meningkatkan produksi karena konflik Ukraina telah mengguncang harga.

Sebanyak 13 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang dipimpin Saudi dan 10 negara yang dipelopori oleh Rusia mendukung peningkatan 432.000 barel per hari pada Mei. Angka ini sedikit lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya.

Kelompok itu mengatakan dalam suatu pernyataan setelah pertemuan tingkat menteri bahwa fundamental pasar minyak yang berkelanjutan dan konsensus tentang prospek menunjukkan pasar yang seimbang. Ia menambahkan, "Volatilitas saat ini tidak disebabkan oleh fundamental, tetapi oleh perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung."

Amerika Serikat telah mendesak OPEC+, sebutan aliansi itu, untuk meningkatkan produksi karena harga energi yang tinggi telah berkontribusi pada melonjaknya inflasi di seluruh dunia. Ini mengancam untuk menggagalkan pemulihan dari pandemi covid-19.

Harga minyak mentah melonjak karena kekhawatiran kekurangan pasokan besar setelah Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Rusia ialah pengekspor minyak terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.

Kontrak patokan internasional, minyak mentah Brent North Sea, mendekati rekor tertinggi pada awal Maret karena melonjak hampir US$140 per barel. Harganya telah merosot sejakada harapan bahwa Moskow dan Kyiv dapat menyetujui gencatan senjata, yang akan meredakan kekhawatiran atas pasokan Rusia. Penguncian covid-19 di Tiongkok juga membebani harga karena negara itu menjadi konsumen minyak mentah utama dunia.

Analis mengatakan sebelum pertemuan bahwa penurunan harga membuat OPEC+ semakin kecil kemungkinannya akan meningkatkan produksi lebih lanjut. Harga minyak jatuh lagi pada Kamis di tengah laporan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk menekan cadangannya, tetapi harga minyak tetap di atas US$100 per barel.

Gedung Putih diperkirakan mengumumkan rencana untuk melepaskan satu juta barel per hari selama beberapa bulan dengan total hingga 180 juta, menurut Bloomberg News. "Jika pelepasan cadangan darurat raksasa seperti itu benar-benar terjadi, pasar minyak tidak akan lagi kekurangan pasokan pada kuartal kedua," kata analis Commerzbank Carsten Fritsch. 

Baca juga: Setelah 50 Tahun, Pendiri FedEx Mundur dari Jabatan CEO

Ia menambahkan bahwa itu akan terjadi kelebihan pasokan pada kuartal ketiga. Rencana AS juga memperkecil kemungkinan OPEC+ akan meningkatkan produksinya, kata para analis. (AFP/OL-14)

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Pos Indonesia Buka 7.700 PosAja Drop Point di Seluruh Indonesia

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 23:25 WIB
Pembukaan PosAja Drop Point di Surabaya, juga menandai dibukanya layanan PosAja Drop Point secara serentak di...
Antara

PLN Hadirkan Listrik Premium di Kawasan El Tari Ende NTT di Hari Kemerdekaan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:32 WIB
Saat ini total daya mampu di sistem Flores mencapai 93,3 Megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi mencapai 77,25...
Dok MI

Transformasi Bisnis Perkuat PLN Hadapi Tantangan Global

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:01 WIB
Erick mengatakan PLN mampu mengurangi utang, bahkan saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya