Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Zona seismik di segmen Siberut, hal yang paling dikhawatirkan oleh sejumlah pakar gempa dan tsunami saat ini.
MENANGGAPI peristiwa gempa bumi tektonik yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat, Sabtu (2/2) kemarin,
Pusat gempa yang terletak di Iaut pada jarak 29 km arah barat daya Kota Sikakap, Pagai Utara itu masih berkaitan dengan gempa besar yang terjadi pada 2007 dan 2010.
Setidaknya ada empat kali guncangan gempa yang terasa. Paling akhir, berkekuatan 6.0 Skala Richter (SR), terjadi pada pukul 17.59 WIB, Sabtu (2/2).
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4.75 LS dan 122,91 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12,6 kilometer arah barat laut Buranga, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km.
Hasil analisis BMKG menunjukkan awalnya gempa berkekuatan 5,6 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,2 SR.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Banda ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun (normal Fault).
Berdasarkan catatan BMKG, dari 38 gempa tersebut, tiga guncangan gempa di antaranya dirasakan kuat yakni gempa dengan magnitudo 6,2 pada pukul 7.59 Wita, kemudian gempa pada pukul 08.56 Wita dengan magnitudo 5,2, dan gempa magnitudo 6,7 pukul 13.10 Wita.
Pascagempa, pemerintah daerah setempat dan aparat TNI sudah mengecek wilayah terdekat ke lokasi gempa, namun tidak ditemukan kerusakan bangunan.
Gempa pertama terjadi pukul 7.59 Wita, sedangkan gempa ke-17 terjadi pukul 12.28 Wita
Hasil analisa BMKG menunjukkan, informasi awal gempa ini memiliki kekuatan 6,2 pada Skala Richter yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 6 pada Skala Richter.
Hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.24 LS dan 107.55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 km arah barat daya Kabupaten Bandung serta kedalaman 1 km.
BMKG mencatat, gempa bumi 5,7 SR mengguncang Kota Sabang tepatnya pada pukul 09.53 WIB dan pusatnya 202 Km Barat Laut Kota Sabang, Provinsi Aceh.
Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatra (Sumatra Fault Zone) pada segmen Toru.
Semua unsur di dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hendaknya mulai dikonsolidasi dan antisipatif.
Gempa tersebut berada pada 38 km Barat Laut Manggarai Barat, pada kedalaman 19 kilometer.
Lokasi gempa di perairan Selat Sunda, 176 km Barat Daya Kabupaten Tanggamus, 178 km Barat Daya Kabupaten Pesawaran, 186 km Barat Daya Pringsewu, 199 km Barat Daya Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, dan 297 km Barat Daya Jakarta.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved