Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan rentetan aktivitas gempa berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat dan sekitarnya, Sabtu (2/2) merupakan jenis gempa megathrust dengan kedalaman dangkal kurang dari 20 kilometer.
Pusat gempa yang terletak di Iaut pada jarak 29 km arah barat daya Kota Sikakap, Pagai Utara itu masih berkaitan dengan gempa besar yang terjadi pada 2007 dan 2010.
"Sebelumnya di zona ini pernah terjadi gempa kuat pada 13 September 2007 dengan kekuatan magnitudo 8,5 dan magnitudo 7,9. Selanjutnya pada 26 Oktober 2010 juga terjadi gempa dengan magnitudo 7,8," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Sabtu (2/2) malam.
"Pusat gempa yang aktif saat ini terletak di antara segmen yang belum pecah dan yang sudah pecah pada tahun 2007 dan 2010," imbuh Daryono.
Baca juga : Gempa Bumi Beruntun Kagetkan Warga Padang
Hingga Sabtu (2/2) pukul 21.00 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) di Mentawai sebanyak 52 kaIi.
Kekuatan magnitudo gempa susulan terbesar tercatat M5,9. Total empat aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan masyarakat yaitu M5,3, M6,1, M5,3 dan M5,9.
Menurut Daryono, meski lokasi gempa saat ini terletak di batas di antara segmen yang belum pecah dan yang sudah pecah, tetap harus untuk diwaspadai.
Laporan warga menunjukkan beberapa rumah mengalami kerusakan ringan di Pulau Pagai Utara.
"Masyarakat agar tetap tenang tetapi waspada. Jika terjadi gempa kuat agar segera menjauh dari pantai," ucap Daryono. (OL-8)
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved