Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 17 kali gempa bumi terjadi di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/1).
Gempa pertama terjadi pukul 7.59 Wita, sedangkan gempa ke-17 terjadi pukul 12.28 Wita. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Waingapu Arief Tyastama mengatakan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
"Belum ada informasi terkait kerusakan di lokasi gempa," kata Arief Tyastama kepada Media Indonesia.
Gempa pertama dengan magnitudo 6,2 sekitar 103 kilometer barat daya Sumba Barat, berkedalaman 10 kilometer, dirasakan III MMI di Waingapu, ibu kota Kabupaten sumba Timur, dan IV-V MMI di Tambolaka, Sumba Barat Daya. Lokasi gempa 10.52 lintang selatan dan 119.05 bujur timur.
Baca juga: Gempa di Sumba Barat karena Sesar Naik
Sesuai laporan BMKG, pascagempa pertama, kekuatan gempa selanjutnya terus berkurang, kecuali gempa susulan ke-12 dengan magnitudo 5,2, berkedalaman 10 kilometer. Guncangan gempa tersebut dirasakan di Tambolaka pada skala IV MMI.
Gempa kedua terjadi pukul 08.8 Wita dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 74 kilometer barat daya Sumba Barat. Selanjutnya kedalaman gempa ketiga, enam kilometer dengan magnitudo 3,7 dan gempa gempat berkedalaman tujuh kilometer dengan magnitudo 3,7.
Sementara gempa susulan ke-17 terjadi pukul 12.28 Wita dengan magnitudo 3,7, berkedalaman 10 kilometer pada koordinat 10.33 lintang selatan 118.92 bujur timur, sekitar 90 kilometer barat daya Sumba Barat. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved