Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan 4,0 skala Richter mengguncang wilayah Buton Utara , Sulawesi Tenggara, dan tidak berpotensi tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia, yang merilis melalui pesan singkat yang diterima di Kendari, Selasa (29/1), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4.75 LS dan 122,91 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12,6 kilometer arah barat laut Buranga, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km.
"Dengan memperhatikan lokasi kedua episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di Pulau Buton," kata Rosa.
Ia mengatakan, guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kulisusu, Kabupaten Buton Utara dalam skala intensitas II-III MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Baca juga: Gempa 5,6 SR Guncang Kabupaten Yalimo
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
"Hingga pukul 14.00 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan," ujaranya.
Salah seorang warga Kulisusu Udin mengatakan, guncangan itu lumayan terasa, sebagian warga sempat berhamburan meninggalkan tempat yang
berdekatan dengan laut karena kepanikan, namum setelah guncangan itu selesai, mereka memulai aktivitas seperti biasanya.
"Cukup mengagetkan warga dan keras guncangannya, tapi sebagian warga hanya panik sementara, lalu beraktivitas kembali," tuturnya.
Rosa mengimbau masyarakat memastikan mendapat informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi
yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
"Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutupnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved